Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TRAGIS! Bocah 7 Tahun Tenggelam di Sungai, Ditemukan 4 Jam Setelah Hilang

Wiwin Meliana • Rabu, 16 Juli 2025 | 19:24 WIB

Kapolsek Gambiran AKP Badrodin Hidayat mengecek kondisi jenazah AJ di RS Al Rohmah, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran pada Senin (14/7) malam.
Kapolsek Gambiran AKP Badrodin Hidayat mengecek kondisi jenazah AJ di RS Al Rohmah, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran pada Senin (14/7) malam.

BALIEXPRESS.ID-Duka menyelimuti Dusun Yosowinangun, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, setelah seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di aliran Sungai Dam Tibin, Senin (14/7/2025) sore.

Korban diketahui berinisial AJ, siswa baru kelas 1 SD di SDN 4 Jajag. Ia dilaporkan hilang setelah bermain di sekitar sungai seorang diri sekitar pukul 13.00 WIB, usai pulang sekolah dan makan siang.

Baca Juga: Respons Isu Ratusan Siswa Tak Bisa Baca di Buleleng, Niluh Djelantik Usulkan Perpustakaan Desa

Sekitar pukul 15.30 WIB, sang ayah, Sumarjo (50), mulai merasa cemas karena AJ tak kunjung pulang.

Ia segera melakukan pencarian di sekitar rumah dan tempat bermain anaknya, termasuk di Sungai Dam Tibin, tempat korban biasa bermain.

Kecurigaan Sumarjo muncul ketika ia menemukan sandal dan sepeda anaknya tergeletak di pinggir sungai.

 Ia kemudian meminta bantuan warga setempat untuk melakukan pencarian. Upaya penyisiran sungai pun dilakukan, namun hasilnya nihil hingga sore hari.

Kapolsek Gambiran, AKP Badrodin Hidayat, mengatakan korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB, atau empat jam setelah dinyatakan hilang.

Baca Juga: DOR! Dua Pemuda Ditembak Usai 7 Kali Curi Motor di Denpasar, Akui Kecanduan Sabu dan Judol

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, berjarak sekitar 500 meter dari lokasi diduga tempat awal korban tenggelam," ujar AKP Badrodin.

Setelah ditemukan, jenazah AJ sempat dibawa ke RS Al Rohmah di Desa Jajag untuk pemeriksaan.

 Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keluarga korban pun menolak dilakukan autopsi.

Salah satu tetangga korban, Suyanto (45), mengatakan peristiwa ini terjadi begitu cepat dan tak diduga, terlebih AJ dikenal sebagai anak ceria yang biasanya tak bermain terlalu jauh dari rumah.

"Anaknya baru ikut MPLS hari itu. Pulang sekolah, makan, terus main sendiri ke pinggir sungai. Biasanya dia nggak pernah main sampai sore," ungkap Suyanto.

Sebagai langkah pencarian terakhir, warga sempat mengeringkan sebagian aliran sungai untuk memudahkan pencarian.

Baca Juga: Sang Istri Panik, Hubungi Penjaga Kos Tiga Kali Sebelum Diplomat Arya Daru Ditemukan Tewas

 Barulah saat debit air menurun, jasad bocah malang itu berhasil ditemukan.

Peristiwa tragis ini menjadi peringatan bagi orang tua dan masyarakat sekitar untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya yang bermain di area berbahaya seperti sungai.

 

Editor : Wiwin Meliana
#gambiran #tenggelam #bocah #sungai