Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mantan Marinir Jadi Tentara Bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara Minta Bantuan Presiden Prabowo: Begini Permohonannya Lewat Video

Nyoman Suarna • Senin, 21 Juli 2025 | 22:46 WIB
Eks Marinir yang bergabung di  militer Rusia Satria Arta Kumbara minta maaf ke pemerintah lewat media sosial, minta dipulangkan ke Indonesia dan dikembalikan kewarganegaraannya.
Eks Marinir yang bergabung di militer Rusia Satria Arta Kumbara minta maaf ke pemerintah lewat media sosial, minta dipulangkan ke Indonesia dan dikembalikan kewarganegaraannya.

BALIEXPRESS.IDSatria Arta Kumbara, mantan prajurit Korps Marinir TNI AL, menjadi sorotan publik usai muncul dalam sebuah video yang diunggah melalui akun TikTok miliknya, @zsorm689.

Dalam video berdurasi sekitar 3 menit itu, Satria menyampaikan permintaan maaf yang mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Menteri Luar Negeri Sugiono, serta memohon untuk dipulangkan ke Indonesia.

Satria yang kini diketahui bergabung sebagai tentara bayaran di militer Rusia, mengakui bahwa langkahnya menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia adalah karena ketidaktahuan, dan bukan niat mengkhianati negara.

“Saya ingin memohon maaf sebesar-besarnya. Karena ketidaktahuan saya, saya menandatangani kontrak dengan militer Rusia hingga akhirnya kehilangan status sebagai Warga Negara Indonesia. Tapi saya tegaskan, saya tidak pernah mengkhianati Indonesia. Saya ke sini semata untuk mencari nafkah,” ujar Satria dengan nada lirih dalam videonya.

Pria yang pernah berdinas di Inspektorat Jenderal Korps Marinir ini juga mengungkapkan bahwa saat hendak berangkat ke Rusia, ia berpamitan kepada ibunya dan meminta doa restu.

Namun kini, ia menyadari bahwa apa yang ia dapat di Rusia tidak sebanding dengan kehilangan kewarganegaraan Indonesia, yang menurutnya adalah segalanya.

“Saya mohon kebesaran hati Bapak Presiden Prabowo, Bapak Gibran, dan Bapak Sugiono. Tolong bantu saya akhiri kontrak ini dan kembalikan kewarganegaraan saya. Saya ingin kembali ke tanah air,” ucap Satria, memohon.

Ia menyebut, hanya Presiden Prabowo bersama Presiden Vladimir Putin serta Kementerian Pertahanan Rusia yang bisa membantunya keluar dari kontrak tersebut.

Lebih lanjut, Satria menyatakan bahwa menjadi warga negara Indonesia adalah identitas paling berharga dalam hidupnya.

Ia juga meminta dukungan masyarakat agar video tersebut sampai ke tangan para pejabat, termasuk admin Partai Gerindra, agar harapannya bisa terdengar langsung oleh Presiden Prabowo.

“Saya mohon teman-teman bantu teruskan video ini ke admin Gerindra. Saya tak ingin kehilangan kewarganegaraan saya. Republik Indonesia bagi saya adalah harga mati,” tambahnya.

Di akhir video, Satria kembali meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, menyadari bahwa langkahnya telah melanggar Undang-Undang Kewarganegaraan, meskipun dilakukan tanpa maksud buruk.

“Sekali lagi, saya mohon ampun. Tolong kembalikan saya ke Indonesia. Saya hanya ingin pulang,” tutupnya penuh haru. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#Rusia #marinir #mantan #Presiden Prabowo #bayaran #minta maaf #tentara #eks