Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Polisi Selidiki Tragedi Hajat Maut di Garut, Dedi Mulyadi Siap Tanggung Jawab

Wiwin Meliana • Selasa, 22 Juli 2025 | 20:23 WIB

 

Dedi Mulyadi mengaku siap bersikap kooperatif membantu penyelidikan polisi terkait tragedi hajatan sang putra
Dedi Mulyadi mengaku siap bersikap kooperatif membantu penyelidikan polisi terkait tragedi hajatan sang putra

BALIEXPRESS.ID – Kepolisian Daerah Jawa Barat resmi membuka penyelidikan terkait insiden tragis yang terjadi dalam acara pesta rakyat di Garut, Jumat (18/7/2025), yang menewaskan tiga orang akibat kericuhan saat pembagian makanan gratis.

Baca Juga: Dewan Pendidkan Sayangkan Dua SD di Buleleng tak Dapat Siswa, Banyak Siswa SMA/SMK belum dapat Sekolah  

Acara tersebut digelar sebagai bentuk syukuran atas pernikahan anak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Ribuan warga menghadiri hajatan tersebut, namun suasana berubah ricuh saat warga berebut makanan dan bingkisan, hingga menyebabkan korban jiwa.

Baca Juga: 5 Elektronik Canggih untuk Ruang Tamu Nyaman & Modern, Diskon Besar di Promo Juli 2025

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan untuk mengungkap kemungkinan unsur kelalaian dan memastikan siapa yang paling bertanggung jawab dalam peristiwa itu.

“Kami tidak akan ragu menindak siapa pun jika ditemukan adanya pelanggaran atau kelalaian yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa,” tegas Irjen Rudi dalam konferensi pers, Minggu (20/7/2025).

Baca Juga: Jokowi Prediksi PSI Jadi Partai Besar pada 2034: Semua Kader Pemegang Saham, Bukan Elite

Menanggapi langkah kepolisian, Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan siap bertanggung jawab dan bersikap kooperatif.

“Saya dan keluarga besar menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini. Kami siap memberikan keterangan dan mendukung penuh proses hukum. Di mata hukum, tidak ada yang istimewa, semua sama,” ujar Dedi Mulyadi dalam pernyataan tertulis, Minggu malam.

Mantan anggota DPR RI itu juga menyebut telah menginstruksikan panitia keluarga untuk membuka semua data terkait penyelenggaraan acara, termasuk surat izin, standar keamanan, dan jumlah undangan resmi.

Baca Juga: Paket Gibran–Kaesang 2029 Mencuat, Said Didu Sindir Kunjungan Prabowo ke Kediaman Jokowi

Dinas Kesehatan Kabupaten Garut melaporkan bahwa tiga korban meninggal dunia akibat desakan massa saat antre pembagian makanan. Selain itu, belasan warga luka-luka, termasuk anak-anak dan lansia, akibat terinjak-injak dalam kepanikan.

Pemerintah Kabupaten Garut menyatakan akan memberikan santunan kepada keluarga korban, sementara kepolisian terus memeriksa sejumlah panitia dan saksi.

Editor : Wiwin Meliana
#garut #hajatan #dedi mulyadi