BALIEXPRESS.ID-Kasus tragis pembunuhan dan rudapaksa terhadap Rizky Alesha Zahra (9) kembali menjadi sorotan setelah foto terduga pelaku, Hariyanto, mulai beredar luas di media sosial.
Publik pun semakin geram dan mendesak aparat agar segera menangkap pelaku yang hingga kini masih buron.
Foto wajah Hariyanto, yang diduga kuat sebagai penculik, pemerkosa, dan pembunuh Zahra, pertama kali dibagikan oleh akun @Mpiiiing di Twitter pada 15 Juli 2025.
Unggahan tersebut langsung menyebar dan memicu gelombang kemarahan dan simpati dari warganet.
“Guys mohon bantuannya untuk seorang ibu yang mencari keadilan untuk anaknya. Tragedi Zahra, seorang anak perempuan diculik, diracun, diperkosa, dan dibunuh - pelaku masih berkeliaran di Tulang Bawang, Lampung,” tulis akun tersebut.
Tak hanya di media sosial, foto Hariyanto juga diperlihatkan oleh ibu dan tante Zahra dalam tayangan podcast Curhat Bang Denny Sumargo, yang diunggah ke YouTube pada 21 Juli 2025.
Keduanya datang langsung untuk meminta bantuan dan menyuarakan keadilan bagi Zahra.
Dengan penuh emosi, ibu dan tante Zahra menceritakan kronologi mengerikan yang menimpa bocah perempuan itu.
Zahra dilaporkan hilang usai mandi di pemandian umum, dan kemudian ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di sebuah bedeng—di kamar milik Hariyanto, yang telah melarikan diri.
Tante Zahra juga mengungkap kondisi tubuh korban yang dipenuhi luka memar dan lebam. Dugaan rudapaksa pun diperkuat dengan temuan jejak sperma di tubuh Zahra oleh pihak kepolisian.
Dengan beredarnya foto Hariyanto, masyarakat kini diimbau untuk waspada, terutama yang berdomisili di wilayah Tulang Bawang dan sekitarnya, karena pelaku diduga masih berada di daerah tersebut.
Baca Juga: TERUNGKAP! Ini Alasan Pria di Buleleng Nekat Curi Tiga Ayam Jago di Madenan
Pihak keluarga berharap penyebaran foto pelaku bisa membantu mempercepat proses penangkapan. Mereka juga meminta publik untuk turut serta menyuarakan keadilan untuk Zahra melalui media sosial.
Hariyanto, yang diketahui berprofesi sebagai buruh kontraktor, kini masuk dalam daftar buronan polisi.
Ia kabur tak lama setelah jasad Zahra ditemukan pada 22 Juni 2025 lalu. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan pengejaran pelaku.
Editor : Wiwin Meliana