BALIEXPRESS.ID-Di usia yang seharusnya masih sibuk belajar dan bercita-cita, Intan Mutiara (14) justru harus memikul beban yang tak semestinya ditanggung oleh seorang siswi madrasah.
Baca Juga: KEJI! Tak Hanya Dirudapaksa, Muncul Dugaan Bocah Zahra Juga Diracun Sebelum Dibunuh
Hanya karena merasa malu terus-menerus ditagih utang biaya rekreasi sekolah sebesar Rp350 ribu, Intan akhirnya memutuskan berhenti sekolah.
Kisah pilu ini viral setelah video pengakuannya diunggah oleh akun Instagram @pojoksatu.id. Dalam video tersebut, Intan yang akrab disapa Muti, terlihat menangis saat menceritakan alasan di balik keputusannya tersebut.
Baca Juga: Hariyanto Masih Buron, Wajah Terduga Pelaku Pembunuhan Bocah Zahra Kini Tersebar Luas
“Saya malu terus ditagih, padahal sudah dicicil. Tapi saya masih ingin sekolah, Pak...” ujarnya sambil menahan tangis dikutip pada Rabu (23/07/2025).
Intan adalah siswi MTs Darul Muhsinin. Ia mengaku diminta membayar biaya rekreasi sebesar Rp480 ribu, meskipun ia tidak ikut dalam kegiatan tersebut.
Ia telah berusaha mencicil semampunya, hingga tersisa Rp350 ribu. Namun, desakan dan tagihan yang terus datang membuatnya memilih untuk meninggalkan bangku sekolah.
Kini, Intan memilih bekerja untuk membantu kehidupan keluarganya, meskipun hatinya masih terikat dengan harapan untuk bisa bersekolah kembali.
Sejak bayi, Intan dibesarkan oleh ibu angkat dalam keluarga yang serba kekurangan.
Ia tumbuh dengan penuh keterbatasan, namun tetap memupuk semangat belajar. Sayangnya, sistem yang tak memberi ruang empati membuat perjuangannya kandas.
“Biarpun saya nggak ikut rekreasi, tetap harus bayar katanya. Karena semua sudah sepakat bayar bus,” ungkapnya.
Pihak sekolah menyatakan bahwa iuran rekreasi adalah hasil kesepakatan wali murid. Terlepas dari ikut atau tidaknya siswa, semua tetap diwajibkan membayar sebagai bentuk “tanggung jawab bersama”.
Editor : Wiwin Meliana