Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Rumah Doa Umat Kristen di Padang Diserang Massa, Dua Anak Jadi Korban

Wiwin Meliana • Selasa, 29 Juli 2025 | 16:20 WIB

Terjadi aksi ketegangan saat rumah doa Umat Kristen diserang massa
Terjadi aksi ketegangan saat rumah doa Umat Kristen diserang massa

BALIEXPRESS.ID– Insiden intoleransi mengguncang Kota Padang setelah sekelompok massa merusak sebuah rumah doa umat Kristen di Kelurahan Padang Sarai, Minggu (28/7/2025).

Aksi anarkis ini terjadi saat puluhan anak tengah mengikuti kegiatan belajar agama di lokasi tersebut.

Baca Juga: PPATK Blokir Rekening Nganggur 3 Bulan, Hotman Paris; Bapak-Bapak Jangan Merepotkan Masyarakat

Menurut Pendeta Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Anugerah Padang, F. Dachi, massa menyerang bangunan dengan kayu dan batu sambil berteriak meminta pembubaran kegiatan.

Bahkan, beberapa pelaku disebut membawa senjata tajam dan merusak isi rumah doa.

“Satu anak kakinya cedera dan tidak bisa berjalan karena dipukul dengan kayu. Satu lagi bagian bahunya juga dipukul. Keduanya berusia 9 dan 11 tahun, dan sudah dilarikan ke rumah sakit,” ujar Pendeta Dachi.

Ia menambahkan, sebelum insiden terjadi, dirinya sempat dipanggil oleh ketua RT dan lurah setempat ke bagian belakang rumah.

Baca Juga: Sosok Dwi Wahyuni, Pejabat Pemkab Bangli yang Peduli Anjing Jalanan

Di sana, salah satu dari mereka meminta agar kegiatan dihentikan. Tak lama berselang, terjadi penyerangan yang mengakibatkan kerusakan fasilitas dan trauma bagi anak-anak.

Wakapolda Sumatera Barat, Brigjen Pol Solihin, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan sembilan orang terduga pelaku dan tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah seiring proses penyelidikan.

“Kami sedang mendalami motif dan memproses hukum semua yang terlibat,” kata Solihin.

Sementara itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Kristen yang terdampak atas peristiwa ini.

Ia menyebut kejadian tersebut dipicu oleh miskomunikasi antara warga sekitar dan pengelola rumah doa.

Baca Juga: WASPADA! Rekening Nganggur 3 Bulan Bisa Diblokir PPATK, Begini Penjelasan dan Cara Bukanya

“Kami menyesalkan insiden ini. Kerukunan antarumat beragama adalah hal yang harus kita jaga bersama. Proses hukum kami serahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang,” tegasnya.

Peristiwa ini memicu perhatian luas dari publik dan tokoh-tokoh lintas agama yang mendesak penegakan hukum serta penguatan perlindungan terhadap kelompok minoritas dalam menjalankan ibadah di Indonesia.

 

Editor : Wiwin Meliana
#padang #Rumah Doa #kristen #diserang massa