Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Menteri IMIPAS Murka, Pegawai Imigrasi di Bali Bertato Sekujur Tubuh: Kalau Banyak Masalah, Penjarakan dan Pecat Saja

Wiwin Meliana • Rabu, 6 Agustus 2025 | 16:59 WIB

Menteri IMIPAS Murka, mendapat laporan Pegawai Imigrasi di Bali Bertato Sekujur Tubuh
Menteri IMIPAS Murka, mendapat laporan Pegawai Imigrasi di Bali Bertato Sekujur Tubuh

BALIEXPRESS.ID – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (IMIPAS), Agus Andrianto, melontarkan pernyataan tegas saat menanggapi laporan terkait seorang pegawai imigrasi di Bali yang memiliki tato di sekujur tubuhnya.

Pernyataan itu disampaikan Agus dalam sebuah acara resmi yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, pada Senin, 4 Agustus 2025.

Baca Juga: Bentuk Satgas Patroli Keimigrasian 2025, Menteri IMIPAS dan Gubernur Bali Komit Tindak WNA Nakal

Dalam forum tersebut, Menteri Agus mengungkapkan kekesalannya atas laporan yang ia terima mengenai pegawai Imigrasi yang bertato penuh layaknya preman.

 Meski dirinya mengaku tidak anti terhadap tato, Agus menyayangkan tampilan ekstrem seperti itu digunakan oleh aparatur negara, apalagi yang bertugas di garda depan pelayanan publik dan berinteraksi langsung dengan warga negara asing.

“Ini pegawai baru dua tahun, tatonya kayak preman. Saya enggak ngerti, ini penyakit mental kali ya,” ujar Agus, seperti dikutip dari pernyataannya yang viral  pada Rabu (6/8/2025).

Agus juga menambahkan bahwa dirinya tidak bermasalah dengan tato jika bersifat kecil dan tidak mencolok.

Baca Juga: Pasca Insiden Fast Boat Terbalik, AWK Soroti Keamanan Transportasi Laut di Bali, Ingatkan Hal Ini

Namun, ketika tato mencakup seluruh bagian tubuh hingga terlihat menonjol saat bekerja, hal itu menurutnya bisa merusak citra institusi dan menimbulkan rasa tidak nyaman atau bahkan ketakutan bagi WNA yang berurusan dengan imigrasi.

"Saya bukan anti tato, tapi menurut saya, kalau kita pegawai, kalau tato kecil terus nggak kelihatan, ya enggak apa-apa," tegasnya.

Namun, yang membuatnya benar-benar geram adalah saat mengetahui bahwa pegawai tersebut memiliki riwayat hukum yang cukup banyak.

 Oleh karena itu, Agus bahkan secara langsung menghubungi aparat kepolisian untuk menindaklanjuti secara hukum.

Baca Juga: Insiden Fast Boat Terbalik di Sanur; KSOP Benoa Tegaskan Kapal Masih Layak Berlayar, Tak Kelebihan Muatan

“Saya telepon kapolresnya, penjarakan aja, itu proses hukum. Kalau kejahatannya banyak, nanti kita pecat aja yang begitu,” katanya lantang di hadapan peserta forum.

Tak lama setelah potongan video dan pernyataan Agus beredar di media sosial, warganet pun langsung memberikan beragam reaksi.

Sebagian besar mendukung ketegasan Menteri IMIPAS, yang dinilai berani bersih-bersih institusi dari oknum pegawai yang dinilai tidak mencerminkan etika aparatur negara.

Namun, tidak sedikit juga yang menilai bahwa penampilan bertato bukan satu-satunya tolok ukur profesionalisme seseorang, apalagi jika tidak disertai pelanggaran kerja nyata.

 

Editor : Wiwin Meliana
#bali #bertato #Menteri Imipas #pegawai #imigrasi