BALIEXPRESS.ID – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akhirnya angkat suara secara tidak langsung untuk menepis isu yang sempat ramai di media sosial.
Isu tersebut muncul setelah video dirinya yang tampak tak menyalami Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat menghadiri Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer, Minggu (10/8), beredar luas dan menjadi sorotan publik.
Baca Juga: Tanggapi Permintaan Maaf Nusron Wahid soal Tanah Milik Negara, Ini Pesan Niluh Djelantik
Dalam video tersebut, Gibran terlihat hanya menyalami sejumlah tokoh, namun terlewat saat melewati AHY dan Bahlil.
Momen itu pun langsung menimbulkan spekulasi, termasuk dari pengamat politik Rocky Gerung yang menyebutnya sebagai simbol adanya "gesekan kekuasaan" di lingkar pemerintahan.
Namun, di tengah ramainya isu tersebut, Gibran mengunggah video baru di akun Instagram pribadinya, yang memuat momen kebersamaan dirinya dengan sejumlah tokoh, termasuk AHY dan Bahlil.
Video tersebut diambil dalam kegiatan yang sama, yakni di sela-sela upacara yang berlangsung di Lapangan Suparlan Pusdiklatpassus, Batujajar, Jawa Barat.
Baca Juga: Pernyataan Semua Tanah Milik Negara Bikin Gaduh, Menteri Nusron Minta Maaf
Dalam video tersebut, Gibran terlihat berbincang hangat dengan beberapa tokoh seperti Puan Maharani, Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan, Bahlil Lahadalia, dan AHY.
Suasana terlihat cair dan tidak menunjukkan ketegangan seperti yang sempat diasumsikan sebagian pihak.
Sebelumnya, dalam sebuah siniar, Rocky Gerung menilai bahwa insiden tidak disalaminya AHY oleh Gibran bukanlah hal biasa. Ia menyebut, gestur dingin itu bisa menjadi sinyal politik, khususnya terkait dinamika internal pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Gibran tidak lagi terlihat menonjol dalam peran koordinasi dan komunikasi politik. Yang justru sering muncul di panggung kenegaraan itu AHY,” ujar Rocky.
Baca Juga: Kronologi Nyalip Berujung Maut, Pemuda Tewas Terlindas Truk Box di Jalan Imam Bonjol Denpasar
Rocky mencontohkan bagaimana AHY beberapa kali tampil sebagai representasi negara dalam acara kenegaraan, seperti saat menyambut Presiden Prancis dan Perdana Menteri Tiongkok. Padahal, menurutnya, tugas seperti itu secara konstitusional biasanya dilakukan oleh wakil presiden.
“Dalam prosedur resmi kenegaraan, tamu negara dijemput presiden dan diantar oleh wakil presiden. Jika yang muncul justru menteri, tentu ini menimbulkan tanda tanya publik,” tambah Rocky.
Meski tak memberi pernyataan langsung, unggahan Gibran di Instagram dinilai sebagai bentuk klarifikasi halus atas tudingan yang beredar.
Dengan menunjukkan kedekatan dan komunikasi yang baik bersama AHY dan Bahlil, Gibran seolah ingin menyampaikan bahwa tidak ada ketegangan seperti yang digambarkan.
Editor : Wiwin Meliana