Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Petani Muda Bangkit! Generasi Baru Jadi Kunci Hilirisasi Pertanian, Jutaan Lapangan Kerja Menanti

I Putu Suyatra • Senin, 18 Agustus 2025 | 01:22 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

BALIEXPRESS.ID – Siapa bilang bertani itu kuno? Industri pertanian Indonesia siap bertransformasi besar-besaran, dan generasi muda justru jadi pemain utamanya. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengajak anak-anak muda, khususnya yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), untuk ambil peran strategis dalam mengawal hilirisasi pertanian.

Ini bukan sekadar ajakan, tapi sebuah gebrakan yang akan menciptakan jutaan lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi nasional. 

Hilangkan Ekspor Bahan Mentah, Ciptakan Nilai Tambah di Dalam Negeri

Selama ini, Indonesia terlalu sering mengekspor komoditas pertanian dalam bentuk mentah. Akibatnya, nilai tambah produk dinikmati oleh negara lain. Hal inilah yang ingin dihentikan oleh Menteri Amran. Ia menegaskan, hilirisasi atau pengolahan produk pertanian menjadi prioritas utama.

"Hilirisasi adalah kunci. Jika kita serius menggarap ini, akan ada 8,6 juta lapangan kerja baru dari sektor budidaya hingga industri pengolahan hasil perkebunan," ungkap Amran.

Ia mencontohkan potensi besar dari kelapa. Dari kelapa yang hanya seharga Rp1.350 per kilogram, bisa diolah menjadi minyak kelapa murni (VCO) yang nilainya mencapai Rp145.000 per liter—atau naik hingga 107 kali lipat! Belum lagi produk turunan lain seperti cocopeat, cocofiber, hingga bioenergi yang sangat dibutuhkan industri.

Komoditas seperti kakao, kopi, mete, kelapa sawit, dan kapas juga punya potensi yang sama untuk diubah menjadi produk bernilai tinggi. 

HIPMI Siap Jadi Garda Terdepan 

Menteri Amran melihat potensi besar dalam semangat kewirausahaan anak muda. Ia secara khusus menantang HIPMI untuk menjadi mitra strategis pemerintah. "HIPMI ini anak-anak kita. Beri mereka panggung, beri dukungan. Mereka yang akan melanjutkan pembangunan," tegasnya.

Ajakan ini disambut antusias oleh Ketua Umum BPD HIPMI DIY, Ekawati Rahayu Putri. Ia menegaskan bahwa HIPMI siap menjadi inisiator dan motor penggerak dalam pembangunan pertanian berbasis hilirisasi.

"Ini menjadi energi baru bagi kami. HIPMI siap bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional," pungkas Ekawati.

Dengan sinergi antara pemerintah, petani, dan pengusaha muda, sektor pertanian bukan lagi soal menanam dan panen, melainkan industri modern yang menciptakan inovasi, lapangan kerja, dan kesejahteraan bagi bangsa.

Jadi, siapkah Anda menjadi bagian dari perubahan besar ini? ***

Editor : I Putu Suyatra
#pertanian