Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ini Alasan Pemerintah Beri Bintang Mahaputra kepada Burhanuddin Abdullah, Meski Pernah Terjerat Kasus Korupsi

Wiwin Meliana • Selasa, 26 Agustus 2025 | 18:17 WIB

Mantan Koruptor Burhanuddin Abdullah Terima Bintang Mahaputra
Mantan Koruptor Burhanuddin Abdullah Terima Bintang Mahaputra

BALIEXPRESS.ID — Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputra Adipradana kepada Burhanuddin Abdullah, mantan Gubernur Bank Indonesia, dalam upacara resmi di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8).

Penghargaan ini menjadi sorotan publik lantaran Burhanuddin pernah tersandung kasus korupsi di masa lalu.

Penganugerahan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa luar biasa Burhanuddin dalam menjaga stabilitas moneter dan memperkuat sistem perbankan Indonesia di tengah tantangan ekonomi global.

Baca Juga: Buleleng Bidik Papan Atas Porprov XVI, Siap Menyambar Medali Porprov 2025

Ia dianggap berperan strategis dalam membangun kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional, termasuk di level internasional.

“Bintang Mahaputra Adipradana diberikan kepada Burhanuddin Abdullah. Beliau berjasa luar biasa dalam menjaga stabilitas moneter dan memperkuat sistem perbankan internasional,” ujar pembawa acara dalam prosesi upacara.

Meski demikian, catatan masa lalu Burhanuddin kembali diangkat ke permukaan. Pada 2008, ia divonis lima tahun penjara karena terlibat dalam kasus penyalahgunaan dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI), serta aliran dana Rp 100 miliar dari BI ke DPR. Ia juga diwajibkan membayar denda Rp 250 juta atau subsider enam bulan kurungan.

Namun, pemerintah menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan berdasarkan kontribusi dan jasa, bukan berdasarkan masa lalu kelam semata.

Baca Juga: Anggota Polres Buleleng Meninggal dalam Kecelakaan Lalu Lintas, Diduga Tabrak Lari

"Beliau adalah seorang ekonom yang turut memimpin kebijakan strategis di tengah tantangan perekonomian global maupun domestik. Jasa-jasa tersebut tidak dapat dihapus dari sejarah bangsa," ujar seorang pejabat istana usai acara.

Saat ini, Burhanuddin juga dikenal sebagai Ketua Tim Pakar dan inisiator di Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, lembaga yang mendukung upaya pengelolaan investasi strategis nasional.

Upacara penganugerahan ini juga turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk para penerima penghargaan lainnya seperti Puan Maharani, Ahmad Muzani, Sultan B. Najamudin, dan Sufmi Dasco Ahmad yang masing-masing menerima Bintang Republik Utama.

Baca Juga: Ricuh di Kampus! Dosen Diduga Lempar Skripsi ke Lantai, Mahasiswa Ngamuk

Dari kalangan pengusaha, nama Haji Isam dari Jhonlin Group dan Hashim Djojohadikusumo dari Arsari Group juga menerima tanda kehormatan dari negara.

Penganugerahan ini, meski menuai polemik di tengah masyarakat, tetap berjalan khidmat. Pemerintah menyatakan bahwa rekam jejak seseorang dalam pelayanan negara tetap menjadi pertimbangan utama, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip pengampunan dan rekonsiliasi dalam konteks kontribusi jangka panjang.

Editor : Wiwin Meliana
#penghargaan #korupsi #bintang mahaputra #Prabowo #Burhanuddin Abdullah