BALIEXPRESS.ID-Polda Metro Jaya resmi mengonfirmasi bahwa Dwi Hartono, seorang pengusaha ternama asal Jambi, merupakan salah satu aktor intelektual dalam kasus penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta, Kepala Cabang Bank BRI.
Dwi Hartono dikenal luas sebagai pengusaha sukses yang juga aktif sebagai motivator, bahkan dijuluki "crazy rich" dari Jambi karena memiliki berbagai lini usaha, termasuk bimbingan belajar.
Baca Juga: Maling Motor di Bangli Masih Gentayangan, Yamaha Mio Warga Satra Kintamani Raib
Namun, reputasi yang selama ini dibangun runtuh setelah ia diduga kuat menjadi otak di balik aksi kriminal keji tersebut.
“Ya, benar. Dwi Hartono adalah salah satu pelaku. Dia juga dikenal sebagai pengusaha bimbingan belajar,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, Selasa (26/8/2025) dikutip dari Radar Sulbar.
Dalam penangkapan yang dilakukan tim gabungan, Dwi Hartono ditangkap bersama dua tersangka lain, berinisial YJ dan AA, di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/8/2025).
Baca Juga: Komunitas Honda Stylo Bali Semarakkan Kemerdekaan Lewat Convoy Merdeka
Satu tersangka lainnya, berinisial C, menyusul ditangkap sehari kemudian di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
“DH (Dwi Hartono) merupakan salah satu aktor intelektual dalam kasus penculikan tersebut,” tegas Kombes Ade Ary.
Sebelumnya, polisi juga telah mengamankan empat eksekutor lapangan yang bertugas melaksanakan penculikan dan pembunuhan, yakni AT, RS, RAH, dan RW alias Eras. Keempatnya kini telah ditahan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Meski para pelaku telah ditangkap, pihak kepolisian menyatakan bahwa motif di balik penculikan dan pembunuhan tersebut masih terus didalami.
Baca Juga: Pendapatan DTW Jatiluwih Tembus Rp 7,7 Miliar, Dibagi Sesuai PKS
Tim penyidik bekerja untuk mengungkap jaringan dan kemungkinan motif ekonomi atau persaingan bisnis di balik aksi ini.
“Saat ini motifnya masih kami selidiki secara mendalam. Kemungkinan ada lebih dari satu latar belakang yang mendorong kejahatan ini terjadi,” tambahnya.
Polda Metro Jaya berkomitmen untuk mengungkap tuntas kasus ini dan menyeret seluruh pihak yang terlibat ke meja hijau. Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan serius yang melibatkan tokoh publik dan pengusaha besar di Indonesia.
Editor : Wiwin Meliana