BALIEXPRESS.ID-Nama pengusaha asal Jambi, Dwi Hartono, terus menjadi sorotan publik usai ditetapkan sebagai otak intelektual dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, Muhammad Ilham Pradipta (37).
Kini, netizen kembali dihebohkan dengan temuan baru dari unggahan media sosial Dwi Hartono yang mengaitkannya dengan salah satu terduga pelaku lain dalam kasus tersebut.
Baca Juga: Enam Cabor Masih Jadi Andalan Karangasem Raih Emas Porprov, Bonus Telah Disiapkan
Dalam sebuah unggahan reels di akun Instagram @klanhartono pada 13 Agustus 2025, Dwi Hartono terlihat sedang bermain biliar di sebuah lokasi yang belum diketahui.
Video tersebut menampilkan dirinya memamerkan keahlian bermain biliar dengan gaya santai, seperti biasa ia tampil di hadapan publik.
Namun yang mencuri perhatian publik justru muncul di potongan akhir video, di mana tampak seorang pria berkacamata sedang berbicara di telepon.
Warganet menilai pria itu salah satu dari pelaku penculikan yang kini telah diamankan pihak kepolisian.
Sejumlah warganet menduga bahwa pria tersebut begitu mirip dengan salah satu terduga pelaku yang telah diamankan polisi.
Komentar-komentar dari netizen membanjiri unggahan tersebut, banyak di antaranya meyakini bahwa pria berkacamata itu bukan sosok asing dalam kasus ini.
“Itu di akhir video ada pelaku yang pakai kacamata,” tulis salah satu netizen.
“Oiyaa betul, jeli sekali… Tapi emang yaa namanya bangkai ditutup serapat apapun bakal kecium juga,” timpal netizen lain.
“Dari gaya ngobrolnya aja udah kayak kenal deket, fix mereka udah saling kenal,” tulis akun lainnya.
Baca Juga: Kronologi Pengendara Ojek Online Tewas setelah Tabrak Becak di Depannya
Pengamatan publik ini memunculkan spekulasi bahwa hubungan antara Dwi Hartono dan para eksekutor tidak sekadar profesional, melainkan sudah terjalin sebelum peristiwa penculikan terjadi.
Sebagai informasi, pada Rabu, 20 Agustus 2025, Ilham Pradipta menjadi korban penculikan di area parkir sebuah pusat perbelanjaan di Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Empat pelaku menyergap korban secara tiba-tiba dan memaksanya masuk ke mobil putih.
Keesokan harinya, jasad korban ditemukan di semak-semak area persawahan di Desa Naga Sari, Kabupaten Bekasi.
Baca Juga: Motif Kredit Fiktif Rp13 Miliar Diduga Jadi Pemicu Pembunuhan Kacab Bank BRI
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban meninggal akibat hantaman benda tumpul di bagian leher dan dada, menyebabkan gangguan pernapasan hingga kematian.
Editor : Wiwin Meliana