Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

GAWAT! Rumah Puan Maharani Dikepung Massa Dini Hari, Ini yang Terjadi

Wiwin Meliana • Senin, 1 September 2025 | 15:02 WIB

Rumah Puan Maharani Dikepung Massa
Rumah Puan Maharani Dikepung Massa

BALIEXPRESS.ID— Gelombang unjuk rasa di ibu kota kembali memanas. Pada Minggu dini hari (31/8), rumah Ketua DPR RI Puan Maharani menjadi sasaran amukan massa yang marah terhadap kebijakan pemerintah, khususnya soal kenaikan gaji dan tunjangan anggota dewan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

Dalam sejumlah video yang beredar luas di media sosial, terlihat ratusan orang berkumpul di depan kediaman Puan Maharani.

Baca Juga: Usai Sahroni dan Nafa Urbach, PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya

Suasana semakin tegang ketika massa berteriak-teriak meminta politikus senior PDI Perjuangan itu keluar dan menemui mereka.

“Woi, Puan keluar!” teriak sejumlah demonstran dalam video yang direkam warga dan diunggah akun X (dulu Twitter) @NenkMonica.

Kendati suasana sempat mencekam, upaya penjarahan berhasil dicegah oleh aparat keamanan yang berjaga di lokasi. Pagar rumah Puan tidak sampai dijebol, dan massa akhirnya dipukul mundur menjelang pukul 05.00 WIB.

"Massa sudah memasuki wilayah rumah Puan Maharani, namun mendapat pencegahan dari pihak aparat dan dipukul mundur, tidak sampai menjarah," tulis akun @NenkMonica dalam keterangannya.

Sebelum aksi di rumah Puan Maharani, massa telah lebih dulu menggeruduk kediaman sejumlah tokoh politik dan pejabat publik, termasuk Ahmad Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya, hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani. Beberapa rumah bahkan dilaporkan dirusak dan dijarah.

Baca Juga: Tiga Pendaki Gunung Batukaru Dievakuasi Akibat Kelelahan, Satu Alami Patah Tulang

Aksi ini merupakan lanjutan dari gelombang protes besar-besaran yang pecah sejak 25 Agustus 2025. Kekecewaan publik memuncak setelah munculnya kebijakan kontroversial terkait kenaikan gaji dan tunjangan DPR RI di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit.

Puncaknya terjadi pada 28 Agustus, ketika seorang pengemudi ojek online tewas terlindas kendaraan taktis milik Brimob saat terjadi bentrokan dalam demonstrasi. Peristiwa tragis itu memicu kemarahan publik yang meluas dan memperburuk eskalasi.

Selain mengepung Gedung DPR RI, massa kini mengarahkan kemarahannya langsung ke rumah-rumah pejabat yang dianggap bertanggung jawab atas kebijakan yang dinilai tak sensitif terhadap penderitaan rakyat.

Aksi unjuk rasa juga sempat menyasar Markas Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat. Massa menuntut keadilan atas tewasnya pengemudi ojek online dalam aksi sebelumnya. Aparat sempat melakukan pengamanan ketat untuk mencegah bentrokan susulan.

Baca Juga: Porprov Bali XVI : Judo Sumbang Emas Ketiga, Paralayang Klungkung Unggul Sementara

Pihak Kepolisian hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait aksi massa di rumah Puan Maharani. Namun, pantauan terakhir menunjukkan situasi di lokasi sudah kembali kondusif dengan penjagaan ketat oleh aparat TNI dan Polri.

 

Editor : Wiwin Meliana
#dikepung #dpr #puan maharani #rumah #massa