Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tak Terima Rumah Dijarah, Ahmad Sahroni Resmi Lapor Polisi, Lima Saksi Diperiksa

Wiwin Meliana • Rabu, 3 September 2025 | 18:00 WIB

Ahmad Sahroni resmi laporkan penjarah rumahnya ke polisi
Ahmad Sahroni resmi laporkan penjarah rumahnya ke polisi

BALIEXPRESS.ID– Anggota DPR RI nonaktif dari Fraksi NasDem, Ahmad Sahroni, akhirnya melaporkan secara resmi insiden penjarahan yang menimpa rumah pribadinya di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

 Laporan tersebut disampaikan melalui kuasa hukumnya ke Polres Metro Jakarta Utara pada Senin malam (1/9/2025).

Baca Juga: PKHI Kota Denpasar Jalin Sinergi dengan Disdikpora Tangani Kesehatan Mental Anak dan Guru

Kepastian mengenai laporan ini dikonfirmasi oleh Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara, Ipda Maryati Jonggi, pada Selasa (2/9).

 Menurut Jonggi, meskipun laporan awal masuk ke Polres Jakut, penanganan perkara kini telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya karena kompleksitas kasus dan profil pelapornya.

“Iya, sudah masuk laporan. Tapi sekarang sudah ditangani oleh Polda Metro Jaya,” ujar Ipda Jonggi kepada wartawan.

Sebelum laporan resmi dibuat, Satreskrim Polres Jakarta Utara telah lebih dulu turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan awal.

Jonggi mengungkapkan bahwa setidaknya lima orang telah dimintai keterangan terkait peristiwa penjarahan tersebut.

Baca Juga: Sosok Feby Belinda Istri Ahmad Sahroni, Dikenal Low Profil dan Jago Jualan

Namun, hingga kini identitas mereka masih dirahasiakan untuk kepentingan penyidikan.

Penjarahan terjadi pada Sabtu sore (30/8/2025). Sekelompok orang tak dikenal dilaporkan merusak rumah dan kendaraan pribadi milik Sahroni. Kaca rumah pecah, furnitur hancur, dan mobil mewah milik Sahroni ringsek akibat pengerusakan brutal. Kaca depan pecah dan bodi mobil penyok parah, mencerminkan kekerasan dalam aksi tersebut.

Tak hanya merusak, para pelaku juga membawa kabur sejumlah barang berharga, termasuk jam tangan mewah Richard Mille.

 Menariknya, dalam perkembangan terbaru, salah satu barang yang dijarah telah dikembalikan oleh pihak keluarga pelaku dengan alasan “bukan haknya”.

Ahmad Sahroni tengah berada dalam pusaran sorotan publik usai pernyataannya yang menyebut pendemo sebagai “orang tolol” viral di media sosial. Ucapan tersebut dianggap menghina aspirasi masyarakat dan memicu kemarahan luas di berbagai kalangan.

Baca Juga: Selamat! Kontingen Bali Sabet 42 Medali di Fornas VIII NTB, 2 Medali Klasemen Disumbang ABI

Kontroversi berlanjut ketika Sahroni mendukung penangkapan pendemo di bawah umur yang dianggap anarkis, bahkan menyertai pernyataannya dengan bahasa kasar. Situasi ini menyebabkan tekanan publik terhadap dirinya terus meningkat.

Editor : Wiwin Meliana
#lapor #ahmad sahroni #rumah #penjarahan #Polisi