Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Siapa Nadiem Makarim? Mantan Menteri Tersandung Korupsi Laptop Chromebook, Kini Ditahan Kejagung

I Made Mertawan • Jumat, 5 September 2025 | 14:52 WIB
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

BALIEXPRESS.ID- Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, resmi menyandang status tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan.

Usai diperiksa di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Nadiem digiring ke rumah tahanan dengan rompi merah muda khas tahanan tipikor, Kamis (4/9/2025).

Di hadapan kilatan kamera yang memburu setiap langkahnya, Nadiem tetap berusaha tampil tegar. Siapa Nadiem Makarim?

Perjalanan hidup Nadiem sebenarnya penuh kejutan. Lahir di Singapura, 4 Juli 1984, ia dikenal sebagai sosok muda dengan jejak karier yang melesat cepat.

Bukan dari jalur politik, karier Nadiem menanjak lewat jalur dunia usaha.

Setelah menamatkan studi Hubungan Internasional di Brown University, Inggris, pada 2006, ia melanjutkan pendidikan ke Harvard Business School, Boston.

Tahun 2011, ia lulus dengan gelar MBA, sekaligus memulai langkah besar dengan mendirikan perusahaan rintisan bernama Gojek.

Saat itu, Nadiem masih sempat menjabat sebagai Managing Director Zalora Indonesia selama hampir setahun, lalu pindah ke startup Kartuku sebagai Chief Innovation Officer.

Namun panggilan hatinya tetap pada Gojek. Maret 2014, ia memilih hengkang dan fokus penuh membesarkan platform ojek online tersebut.

Gojek yang awalnya sekadar layanan call center untuk memesan tukang ojek, berkembang pesat menjadi super-app dengan berbagai layanan transportasi, logistik, hingga pembayaran digital.

Nadiem sukses mengubah wajah profesi ojek dari sekadar menunggu penumpang di pangkalan, menjadi mitra digital yang bisa diakses hanya lewat sentuhan layar ponsel.

Kesuksesan itu membuat Gojek menjadi decacorn pertama Indonesia, dengan valuasi lebih dari 10 miliar dolar AS.

Nadiem pun diganjar berbagai penghargaan internasional, salah satunya Nikkei Asia Prize untuk inovasi bisnis pada 2018 di Tokyo.

Pada 21 Oktober 2019, Nadiem membuat langkah mengejutkan.

Ia meninggalkan Gojek untuk menerima tawaran Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Karier politiknya pun melambung seiring perannya di kabinet, hingga akhirnya tersandung kasus hukum yang kini menyeret namanya ke balik jeruji.

 

Editor : I Made Mertawan
#Laptop Chormebook #korupsi #nadiem