BALIEXPRESS.ID– Nama Menteri Kehutanan sekaligus Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, kembali menjadi pusat perhatian publik setelah fotonya tersebar luas tengah bermain domino bersama Azis Wellang, tersangka pembalak liar.
Insiden ini hanyalah episode terbaru dari rangkaian kontroversi yang selama ini membelit sosok politikus ini.
Baca Juga: Kepergok Main Domino dengan Tersangka Pembalak Liar, Menhut Raja Juli Ngaku Tak Kenal
Sejak lama, Raja Juli memang dikenal tidak lepas dari berbagai polemik yang memicu kritik tajam dari masyarakat dan kalangan politik.
Beberapa kontroversi sebelumnya yang melekat pada dirinya antara lain:
Perang tweet dengan politikus Fadli Zon, yang memperlihatkan sikap keras dan tanpa kompromi di media sosial.
Kasus sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) pagar laut di Tangerang, yang memunculkan pertanyaan soal integritas dan transparansi.
Kontroversi terkait pengalihan status kawasan hutan lindung, yang dikhawatirkan mengancam kelestarian lingkungan.
Penunjukan 11 kader PSI bergaji tinggi dalam struktur elit Kementerian Kehutanan, yang menuai protes publik atas kebijakan pengelolaan sumber daya manusia.
Baca Juga: Market Find Expo 2025: UMKM Indonesia Tembus Pasar Ekspor Skala Mikro
Selain itu, Raja Juli juga sempat menjadi perhatian nasional saat membahas wacana pengembangan energi dari pohon aren melalui video call bersama Presiden Joko Widodo pada Maret 2025, sebuah ide yang menuai beragam tanggapan.
Kontroversi juga muncul pada 21 Februari 2025, ketika Raja Juli melontarkan sindiran keras melalui akun Twitter pribadinya terhadap instruksi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Instruksi tersebut meminta kepala daerah dari PDIP menunda keberangkatan retret ke Magelang sebagai konsolidasi internal.
Raja Juli bertanya,“Kepala daerah kalian pelayan rakyat atau pelayan partai?”
dengan tagar #IndonesiaTerang #GenerasiOptimis. Pernyataan ini memicu reaksi keras dari warganet dan elite politik yang menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk ketidaksopanan dan sikap kontra partai.
Kontroversi terbaru yang paling mencuat adalah foto Raja Juli bermain domino bersama Azis Wellang di Posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Foto itu tersebar di tengah demonstrasi nasional yang menyoroti berbagai isu lingkungan dan sosial.
Baca Juga: Kerap Jadi Lokasi Trek-Trekan, AWK Minta PKB Ditertibkan: Lanjut Bangun atau Jadi Sirkuit
Raja Juli kemudian angkat bicara melalui pernyataan resmi pada Sabtu malam (6/9/2025). Ia mengklarifikasi bahwa kehadirannya di posko tersebut untuk bertemu Menteri Pelindungan Pekerja Migran, Abdul Kadir Karding, dan berdiskusi selama dua jam tanpa membahas kasus pembalakan liar. Ia juga mengaku baru mengetahui identitas Azis Wellang setelah foto tersebar.
Raja Juli menegaskan, “Tidak ada tema diskusi kami menyangkut kasus pembalakan liar sama sekali,”dan menyatakan komitmennya untuk menegakkan hukum terhadap pembalak liar tanpa pandang bulu.
Rangkaian kontroversi yang melibatkan Raja Juli Antoni menunjukkan dinamika politik dan tantangan integritas di pemerintahan saat ini. Meski berbagai kontroversi sempat menyita perhatian, sosok Raja Juli tetap menjadi figur penting yang berperan dalam pengelolaan sumber daya alam dan kebijakan lingkungan di Indonesia.
Editor : Wiwin Meliana