Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dua Pegawai Minimarket di Surabaya Gagalkan Aksi Perampok Bersenjata Pisau

Putu Mita Damayanti • Jumat, 12 September 2025 | 13:34 WIB
Tersangka AN diamankan warga dan polisi usai melakukan percobaan perampokan di minimarket Jalan Penjaringan Asri A, Rungkut, Surabaya, Rabu (9/9/2025).
Tersangka AN diamankan warga dan polisi usai melakukan percobaan perampokan di minimarket Jalan Penjaringan Asri A, Rungkut, Surabaya, Rabu (9/9/2025).

BALIEXPRESS.ID– Upaya perampokan di sebuah minimarket di Jalan Penjaringan Asri A, Rungkut, Surabaya, Jawa Timur pada Selasa (9/9/2025) malam berhasil digagalkan oleh dua pegawai yang sedang bertugas.

Aksi nekat pelaku terekam kamera CCTV dan kini videonya tersebar luas di media sosial.

Pelaku yang diketahui berinisial AN,27, warga Karawang, Jawa Barat, masuk ke dalam minimarket sekitar pukul 22.10 WIB saat toko bersiap tutup. 

Dengan menodongkan sebilah pisau, pelaku langsung mengarahkan karyawan menuju meja kasir.

Namun, upaya tersebut mendapat perlawanan dari dua pegawai, seorang laki-laki dan seorang perempuan.

Terlihat dalam rekaman, keduanya berusaha mencegah pelaku membuka laci kasir. 

Perkelahian sempat terjadi hingga karyawan perempuan naik ke meja lalu berlari keluar untuk meminta bantuan warga.

Kapolsek Rungkut Kompol Agus Santoso membenarkan bahwa pelaku berhasil diamankan setelah warga datang membantu. 

“Pegawai laki-laki sempat berkelahi dengan pelaku di dalam minimarket. Saat warga berdatangan, pelaku berhasil ditangkap,” jelasnya, Rabu (10/9/2025).

Akibat kejadian itu, pegawai laki-laki mengalami luka gores di dahi akibat senjata tajam, sementara rekannya perempuan juga mendapat luka ringan di bagian leher.

“Syukurlah hanya luka ringan, tidak membahayakan,” tambah Agus.

Polisi menetapkan AN sebagai tersangka dengan jeratan Undang-Undang Darurat terkait kepemilikan dan penggunaan senjata tajam. 

Dari hasil pemeriksaan, pelaku diketahui tidak memiliki tempat tinggal tetap maupun pekerjaan di Surabaya.

“Motifnya murni ekonomi. Ia memilih waktu menjelang toko tutup karena sepi pengunjung. Namun tidak berhasil karena pegawai berani melawan,” pungkas Agus. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#minimarket #perampok #surabaya