BALIEXPRESS.ID-Desakan publik agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mundur dari jabatannya semakin menguat.
Tekanan datang dari berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, pengamat, hingga masyarakat luas.
Baca Juga: Banjir Bandang di Bali, AHY Soroti Penyalahgunaan Tata Ruang
Kini, kabar pergantian Kapolri disebut telah direspons oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sejak Jumat malam (12/9/2025), santer beredar kabar bahwa Presiden telah mengirimkan surat resmi kepada DPR RI berisi usulan penggantian Kapolri.
Langkah ini diduga sebagai respons atas tekanan publik yang memuncak setelah kasus tewasnya Affan Kurniawan, mahasiswa yang dilindas kendaraan taktis (rantis) aparat saat aksi unjuk rasa di Jakarta.
Baca Juga: Bali United Siap Hadapi Ujian Berat, Ambisi Rebut Poin dari Pemuncak Klasemen Persija
Kerusuhan yang terjadi secara meluas di berbagai kota sejak akhir Agustus hingga awal September 2025 telah menelan sepuluh korban jiwa.
Selain itu, puluhan demonstran dilaporkan mengalami luka-luka, sementara sejumlah lainnya masih ditahan dengan dugaan mengalami kekerasan fisik selama proses penangkapan.
Kemarahan publik kian memuncak setelah Polri menggelar upacara kenaikan pangkat bagi sejumlah personel yang terluka saat mengamankan aksi.
Banyak pihak menilai langkah tersebut tidak sensitif terhadap suasana duka keluarga korban dan masyarakat.
Baca Juga: Polisi Banyak Dibully, Mahfud MD Minta Institusi Lakukan Intropeksi
Di tengah situasi ini, isu pergantian Kapolri semakin ramai diperbincangkan.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Istana telah menyodorkan dua nama jenderal bintang tiga kepada DPR sebagai kandidat pengganti Jenderal Listyo Sigit.
Dua nama yang disebut adalah Komjen Suyudi Ario Seto, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 yang kini menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), serta Komjen Dedi Prasetyo, yang saat ini menduduki posisi Wakapolri berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025 tertanggal 5 Agustus 2025.
Keduanya dinilai memiliki rekam jejak yang mumpuni di tubuh Polri dan disebut-sebut sebagai sosok yang bisa mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Baca Juga: Perbekel Kintamani Singgung Pemangkasan ADD Rp15 Miliar, Pemkab Bangli Jelaskan Alasan
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana maupun DPR terkait kebenaran dan waktu pasti pengumuman pergantian Kapolri.
Editor : Wiwin Meliana