BALIEXPRESS.ID-Nama politisi Partai NasDem Ahmad Sahroni dan artis sekaligus politisi Nafa Urbach kembali menjadi sorotan panas di jagat maya.
Bukan karena kegiatan politik, melainkan terkait beredarnya narasi liar soal video berdurasi tujuh menit yang disebut-sebut berasal dari "flashdisk putih" milik Sahroni.
Baca Juga: Isu Pergantian Kapolri Mencuat, Dua Jenderal Bintang Tiga Dikabarkan Jadi Kandidat Kuat
Isu ini mencuat setelah rumah Ahmad Sahroni dilaporkan dijarah dalam sebuah kejadian belum lama ini.
Salah satu barang yang hilang adalah sebuah flashdisk putih yang diklaim berisi data penting. Dari situlah, muncul spekulasi bahwa flashdisk tersebut memuat video sensitif yang melibatkan Sahroni dan Nafa Urbach.
Di media sosial, narasi ini berkembang pesat. Bahkan, sebuah kanal YouTube bernama Twins Trending turut menyebarkan rumor tersebut dengan judul provokatif:
“Viral! Video 7 Menit Ahmad Sahroni & Nafa Urbach dari Flashdisk Putih? Begini Klarifikasinya”.
Narasi yang belum jelas kebenarannya ini kemudian menyebar ke berbagai platform, seperti TikTok dan X (Twitter), memicu pro dan kontra di tengah publik.
Baca Juga: Banjir Bandang di Bali, AHY Soroti Penyalahgunaan Tata Ruang
Sebagian warganet mempercayainya, sementara sebagian lainnya menilai ini hanya jebakan tautan (clickbait) atau hoaks yang sengaja dimunculkan untuk merusak reputasi politik.
Menanggapi isu yang semakin liar, praktisi hukum Parisman Sihaloho angkat bicara.
Ia menilai, pasca gelombang unjuk rasa dan ketegangan politik nasional, memang banyak isu sensitif yang sengaja dimainkan untuk memecah perhatian publik.
“Kita memang melihat kondisi pasca unjuk rasa maupun aksi yang dilakukan secara berkelanjutan, bahwa ini akhirnya menimbulkan banyak polemik sehingga berita-berita yang berkembang menjadi simpang siur dan provokasi,” ujarnya dikutip dari kanal YouTube Cumicumi, Kamis (11/9/2025).
Isu ini menjadi makin serius ketika menyeret nama Nafa Urbach, yang juga merupakan kader Partai NasDem. Merespons cepat, partai tempat keduanya bernaung langsung membantah keras dan menyebut tudingan tersebut sebagai fitnah.
Baca Juga: Bali United Siap Hadapi Ujian Berat, Ambisi Rebut Poin dari Pemuncak Klasemen Persija
Ketua Fraksi NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, menegaskan bahwa isu “video 7 menit” itu adalah 100 persen hoaks dan bagian dari upaya sistematis untuk menghancurkan karakter kader partai.
“Isu tersebut adalah fitnah keji dan merupakan upaya terencana untuk mendiskreditkan kedua kader kami,” tegas Viktor dalam pernyataan resminya.
NasDem juga mengungkap bahwa penyebaran isu ini diduga dilakukan melalui akun-akun palsu, termasuk akun X (dulu Twitter) bernama “Sahroni Berdikari”, yang dinilai sengaja diciptakan untuk menyebarkan hoaks serta membangun narasi negatif menjelang momentum politik tertentu.
Partai NasDem memastikan pihaknya akan mengambil langkah hukum terhadap penyebar hoaks yang mencemarkan nama baik kader partai dan merusak iklim demokrasi yang sehat.
Editor : Wiwin Meliana