Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Meninggal di Usia 102 Tahun: Ini Perjalanan Harjo Sutanto Bangun Wings Group, Dari Jual Sabun Batang Hingga Jadi Miliarder

Wiwin Meliana • Sabtu, 13 September 2025 | 19:37 WIB

Perjalanan Harjo Sutanto Bangun Wings Group
Perjalanan Harjo Sutanto Bangun Wings Group

BALIEXPRESS.ID-Dunia usaha Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Harjo Sutanto, pendiri Wings Group, wafat dalam usia 102 tahun pada Rabu (10/9/2025). Harjo dikenal sebagai salah satu pionir industri consumer goods (FMCG) nasional dan juga salah satu miliarder Indonesia.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Sheila Kansil, Head of Corporate Communication & CSR WINGS Group Indonesia.

Baca Juga: Badan Bank Tanah dan Universitas Udayana Sinergi Wujudkan Pengelolaan Tanah Berkelanjutan

“Bapak Harjo Sutanto telah berpulang dengan tenang pada tanggal 10 September 2025,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Jenazah disemayamkan di rumah duka Adi Jasa, Surabaya, Jawa Timur. Prosesi pemakaman dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis, 18 September 2025.

Joseph Harjo Sutanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tahun 1926. Sejak usia muda, ia telah menunjukkan minat kuat terhadap dunia usaha. Pada tahun 1948, tak lama setelah kemerdekaan Indonesia, Harjo pindah ke Surabaya—kota yang kemudian menjadi titik awal karier bisnisnya.

Di Surabaya, ia bertemu dengan Johannes Ferdinand Katuari dan Wakijo Tanojo, yang kelak menjadi rekan bisnisnya dalam mendirikan Thong Fat, sebuah pabrik sabun sederhana yang berlokasi di Jalan Kalisosok Kidul No. 2. Produk sabun batangan berlabel Wingsoap dijual dari rumah ke rumah, dan dari situlah bisnis kecil ini tumbuh menjadi raksasa industri: Wings Group.

Dari keberhasilan Wingsoap, Harjo bersama rekan-rekannya terus melakukan ekspansi bisnis. Wings Group kemudian merambah ke berbagai produk kebutuhan rumah tangga, mulai dari deterjen, sabun cair, pembersih lantai, hingga produk makanan dan minuman.

Baca Juga: Begini Kronologi Pelecehan Seksual yang Dialami Bule Kanada di Nusa Penida

Beberapa merek ternama yang diproduksi Wings Group di antaranya adalah Mie Sedaap, So Klin, Daia, Giv, Nuvo, dan masih banyak lagi. Produk-produk ini tak hanya mendominasi pasar domestik, namun juga diekspor ke berbagai negara.

Selama lebih dari enam dekade, Harjo tetap memegang prinsip dasar bisnisnya: produk berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau, menjadikan Wings Group sebagai salah satu pemain utama di industri FMCG Indonesia, bersaing ketat dengan raksasa global seperti Unilever dan Indofood.

Kesuksesan Wings Group membuat nama Harjo Sutanto masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes.

Pada 2018, kekayaannya tercatat mencapai USD 1,2 miliar.

Pada 2019, meningkat menjadi USD 1,3 miliar.

Meski terdampak pandemi, pada 2020, kekayaannya masih tercatat sebesar USD 530 juta, atau setara Rp8,64 triliun.

Baca Juga: Amien Rais Desak Prabowo Copot Menteri Titipan Jokowi, Singgung Manusia Bertopeng

Kepergian Harjo Sutanto meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan rekan bisnis, tetapi juga bagi industri nasional. Ia dikenang sebagai simbol pengusaha pejuang, yang membangun kerajaan bisnis dari nol dengan kerja keras, konsistensi, dan visi jangka panjang.

Kini, Wings Group yang ia dirikan telah berkembang menjadi salah satu perusahaan swasta terbesar di Indonesia, dengan puluhan pabrik dan ribuan karyawan di seluruh Nusantara.

 

Editor : Wiwin Meliana
#HARJO SUTANTO #wings group #meninggal