Prabowo Bentuk Tim Investigasi 17+8 Tuntutan Rakyat, Bukti Responsif terhadap Aspirasi Publik
I Putu Suyatra• Selasa, 16 September 2025 | 14:23 WIB
Penggiat media sosial Tantang Presiden Prabowo Bersih-bersih Geng Solo
BALIEXPRESS.ID - Presiden RI Prabowo Subianto menuai banyak pujian setelah mengambil langkah cepat merespons tuntutan publik. Setelah demonstrasi besar pada akhir Agustus 2025, Presiden Prabowo menegaskan kesiapannya untuk menindaklanjuti 17+8 Tuntutan Rakyat. Sikap ini dinilai sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga transparansi dan melindungi kedaulatan rakyat.
Presiden Prabowo menyatakan bahwa sebagian besar tuntutan tersebut masuk akal dan bisa ditindaklanjuti. "Ya saya kira kita pelajari, sebagian masuk akal, sebagian kita bisa berunding, kita bisa berdebat," kata Prabowo. Salah satu poin yang langsung direspons positif adalah pembentukan tim investigasi independen untuk menyelidiki kasus kematian Affan Kurniawan (21), sopir ojek daring yang meninggal pasca-kecelakaan dengan kendaraan taktis polisi.
Gerak Cepat: Tim Investigasi dan Reformasi Kepolisian Segera Dibentuk
Sikap responsif Presiden Prabowo disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk Gerakan Nurani Bangsa (GNB). Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, yang baru saja bertemu dengan Presiden, mengungkapkan bahwa Prabowo mendengarkan seluruh poin aspirasi dengan serius. "Apa yang kami sampaikan diterima dengan baik oleh Bapak Presiden. Bahkan beliau membahas secara detail satu per satu, poin demi poin apa yang kami sampaikan," ujar Lukman.
Selain tim investigasi independen, GNB juga mengusulkan adanya evaluasi mendalam terhadap kinerja kepolisian. Usulan ini juga disambut positif oleh Presiden. Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Gomar Gultom, menilai langkah ini sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. "Tadi juga disampaikan oleh Gerakan Nurani Bangsa perlunya evaluasi dan reformasi kepolisian yang disambut juga oleh Pak Presiden akan segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian," jelas Gomar.
Langkah-langkah strategis ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo Subianto serius dalam mendengarkan dan menindaklanjuti aspirasi rakyat. Dengan komitmen membentuk tim investigasi dan tim reformasi kepolisian, pemerintah menunjukkan kesediaannya untuk mewujudkan demokrasi yang transparan dan bertanggung jawab. ***