BALIEXPRESS.ID– Kasus pemukulan Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMAN 1 Sinjai oleh seorang siswa yang merupakan anak anggota polisi terus menuai sorotan publik. Peristiwa ini menimpa Mauluddin, yang dikabarkan babak belur akibat serangan fisik dari siswa tersebut.
Salah satu hal yang memicu kemarahan publik adalah tudingan bahwa Aiptu Rajamuddin, orang tua pelaku sekaligus anggota Polres Sinjai, diduga membiarkan anaknya memukul guru tanpa bertindak.
Baca Juga: Segini Besaran Bonus Atlet Kontingen Klungkung Peraih Medali di Porprov Bali 2025
Namun, dalam klarifikasi yang diunggah di media sosial Sinjai Updates, Aiptu Rajamuddin membantah keras tudingan tersebut. Ia menegaskan telah berusaha melerai saat insiden terjadi.
“Kejadian itu spontan. Saat itu saya sedang berbincang dengan guru BK dan wali kelas. Tiba-tiba Pak Mauluddin datang, anak saya spontan berdiri memukul, dan saya langsung berdiri untuk melerai,” ujar Aiptu Rajamuddin melalui akun Facebook.
Ia menambahkan bahwa dirinya sempat memarahi anaknya di tempat kejadian karena aksi amoral tersebut.
“Saya langsung melerai, saya langsung marahi anak saya. Saya tidak tinggal diam,” tegasnya.
Pernyataan Aiptu Rajamuddin ini bertolak belakang dengan pernyataan Kepala Sekolah SMAN 1 Sinjai, Muh Suardi, yang sebelumnya menyayangkan sikap orang tua pelaku.
Baca Juga: Pasca Banjir, Jalan Raya Canggu Masih Ditutup: Perbaikan Mulai Dikerjakan
Menurut Suardi, tidak ada tindakan peleraian dari pihak orang tua saat insiden pemukulan berlangsung, bahkan pemukulan dilakukan lebih dari satu kali.
“Yang kami sesalkan, kenapa orang tuanya tidak langsung lompat melerai. Ini bukan cuma satu kali, berkali-kali. Kalau memang refleks satu kali, seharusnya ada tindakan langsung dari orang tuanya,” tegas Suardi kepada media.
Insiden ini memicu banyak reaksi dari warganet dan publik di Sinjai maupun secara nasional. Banyak pihak meminta agar disiplin sekolah tetap ditegakkan, dan aparat hukum tidak melakukan pembiaran walau pelaku adalah anak seorang anggota polisi.
Pihak kepolisian sendiri belum memberikan keterangan resmi soal apakah akan ada tindakan etik terhadap Aiptu Rajamuddin jika terbukti lalai sebagai orang tua maupun anggota Polri.
Baca Juga: DPRD Bali Kaget Hutan Mangrove di Sanur Jadi Lokasi Usaha, Langsung Minta Ditutup
Sementara itu, kondisi Wakasek Mauluddin disebut masih dalam perawatan akibat luka yang diderita.
Editor : Wiwin Meliana