Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengenal Ratu Tisha: Sosok Diisukan Ganti Posisi Erick Thohir Jadi Ketum PSSI, Ternyata Cucu Eks Jenderal TNI

Wiwin Meliana • Sabtu, 20 September 2025 | 17:30 WIB

Nama Ratu Tisha santer dikabarkan akan gantikan posisi Erick Thohir jadi Ketum PSSI
Nama Ratu Tisha santer dikabarkan akan gantikan posisi Erick Thohir jadi Ketum PSSI

BALIEXPRESS.ID-Nama Ratu Tisha Destria kembali menjadi sorotan di tengah dinamika sepak bola nasional.

Setelah Erick Thohir resmi dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), posisi Ketua Umum PSSI yang ia tinggalkan memunculkan banyak spekulasi.

Baca Juga: Bangun Ketahanan Pangan, Gede Praja Sulap Pekarangan Jadi Lumbung Pangan Keluarga

Dari sejumlah nama yang disebut-sebut, sosok Ratu Tisha muncul sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Erick. Kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) PSSI, rekam jejak, dedikasi, dan kapabilitasnya membuat banyak pihak menilai bahwa Tisha layak memimpin federasi tertinggi sepak bola Tanah Air.

Lahir di Jakarta pada 30 Desember 1985, Ratu Tisha bukan nama asing di kancah sepak bola nasional maupun regional. Ia adalah perempuan pertama yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI pada periode 2017–2020. Tak hanya itu, pada 2019 ia juga terpilih sebagai Wakil Presiden AFF (Federasi Sepak Bola ASEAN).

Baca Juga: Dermaga Kedisan Kintamani Diserahkan ke Pemkab Bangli, Siap Dikembangkan Jadi Wisata Glamping

Dengan latar belakang akademik yang solid, lulusan Matematika ITB dan pemegang gelar FIFA Master dalam Manajemen, Hukum, dan Humaniora Olahraga, Tisha membuktikan bahwa sepak bola bukan hanya tentang fisik dan strategi, tapi juga tentang data, perencanaan, dan manajemen berbasis ilmu.

Sebelum terjun ke dunia sepak bola, Tisha pernah bekerja di Schlumberger, perusahaan multinasional di bidang jasa perminyakan. Ia sempat menjalani penempatan di berbagai negara seperti Mesir, AS, Inggris, hingga Tiongkok. Namun, panggilan hati terhadap sepak bola membawanya pulang ke Indonesia.

Ia kemudian mendirikan LabBola, perusahaan data analisis olahraga, dan dipercaya menjadi Direktur Kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) pada 2016 sebelum akhirnya melangkah ke PSSI.

Meskipun baru-baru ini posisinya sebagai Ketua Komite Teknis PSSI digantikan dalam perombakan internal, Tisha tetap memegang peran penting sebagai Waketum II PSSI periode 2023–2027. Hal ini membuatnya secara struktural dan politis menjadi calon paling potensial untuk menduduki kursi Ketua Umum.

Baca Juga: Menang Besar Pramusim Tak Jadi Tolok Ukur Bali United Jelang Hadapi PSIM Yogyakarta

Banyak pengamat menilai bahwa bila Tisha terpilih, ia akan mencetak sejarah baru sebagai perempuan pertama yang memimpin PSSI.

 Ini tentu bukan sekadar simbol, tapi juga bentuk pengakuan atas kompetensinya di tengah dominasi figur laki-laki dalam kepemimpinan sepak bola nasional.

Selain menguasai lima bahasa asing, Tisha juga dikenal sebagai sosok yang tegas, visioner, dan inklusif. Ia tak hanya bicara soal kompetisi dan prestasi, tetapi juga tentang reformasi organisasi, pengembangan akar rumput, serta peningkatan tata kelola sepak bola Indonesia.

Dengan latar belakang sebagai cucu Jenderal TNI (Purn) Tubagus Ibnu Fadjar Prawiradiningrat, Tisha mewarisi karakter kepemimpinan yang kuat namun tetap membumi. Ia pun kerap menjadi inspirasi bagi banyak perempuan muda yang ingin menembus batas di dunia olahraga.

Baca Juga: Gaji PNS Naik! Presiden Prabowo Teken Perpres Baru untuk Tingkatkan Kesejahteraan ASN

Jawabannya akan ditentukan oleh mekanisme organisasi, pemilik suara, dan tentu saja dinamika politik di tubuh federasi. Namun satu hal yang pasti, Ratu Tisha bukan sekadar pelengkap di meja PSSI, melainkan aktor penting yang telah memberi warna dan perubahan nyata.

 

Editor : Wiwin Meliana
#erick thohir #Ratu Tisha #pssi