BALIEXPRESS.ID – Setelah lama tak muncul ke publik sejak insiden rumahnya dijarah massa saat unjuk rasa besar Agustus lalu, politisi dan pengusaha Ahmad Sahroni akhirnya kembali menampakkan diri.
Namun, kemunculannya kali ini bukan secara langsung, melainkan melalui video rekaman daring dalam acara yang digelar di Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, pada Sabtu, 20 September 2025.
Dalam acara tersebut, Sahroni hadir sebagai Sekretaris Jenderal IMI periode 2021–2025, memberikan sambutan singkat sekaligus pamitan kepada jajaran pengurus dan peserta Munas.
“Saya pertama-tama mengucapkan permohonan maaf karena tidak bisa hadir secara langsung dan mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya selama ini,” ujar Sahroni dalam video sambutan.
Ia tampak mengenakan topi dengan latar belakang video yang diburamkan, menandakan lokasi pengambilan gambar sengaja disamarkan. Hal ini lantas menimbulkan spekulasi di kalangan publik soal keberadaan sahroni saat ini.
Baca Juga: GEGER! Mayat Seorang Sopir Ditemukan di Lahan Kosong Banyuning Buleleng
Video tersebut sontak memancing reaksi dari warganet. Banyak yang mempertanyakan apakah Sahroni saat ini masih berada di luar negeri, mengingat sejak rumahnya dijarah massa dalam demonstrasi beberapa waktu lalu, ia sama sekali belum terlihat secara fisik di Tanah Air.
“Masih di luar negeri kah? Bertanya dengan nada lembut,” tulis salah satu pengguna media sosial.
“Kapan pulang bang? Rakyat menunggu mu ????,” komentar netizen lainnya yang penasaran dengan keberadaan mantan Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Sahroni maupun pihak terdekatnya terkait lokasi dan kondisi terkini. Namun, beberapa sumber menyebutkan bahwa ia memilih menjaga jarak dari publik sementara waktu pasca-kerusuhan yang menyerang kediamannya di Jakarta Utara.
Baca Juga: Usai Beri Klarifikasi, Publik Desak Aisar Khaledd Temui Kadus Tegal Gede, Begini Responsnya
Ahmad Sahroni menjadi sorotan pada Agustus 2025 lalu ketika rumahnya di kawasan Tanjung Priok dilaporkan dijarah massa saat demonstrasi besar-besaran menolak sejumlah kebijakan pemerintah. Rumah mewah itu rusak parah, dan sejumlah barang pribadi dilaporkan hilang.
Aksi tersebut terjadi di tengah gelombang kemarahan publik yang kala itu juga menyeret nama-nama elite politik dan pengusaha. Nama Sahroni disebut-sebut dalam sejumlah narasi di media sosial yang memicu amarah massa, meski belum terbukti secara hukum terlibat dalam kebijakan kontroversial yang diprotes.
Sejak saat itu, Sahroni tak pernah terlihat di hadapan publik, baik dalam kegiatan politik maupun sosial. Munculnya video sambutan dalam Munas IMI ini menjadi penampilan publik pertamanya sejak peristiwa itu terjadi.
Editor : Wiwin Meliana