Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Buntut Video Ospek Cium Kening Viral: Unsri Bentuk Tim Investigasi, Siapkan Sanksi Tegas

Wiwin Meliana • Rabu, 24 September 2025 | 17:44 WIB

Sejumlah mahasiswa yang yang tergabung dalam HIMATETA memberikan klarifikasi
Sejumlah mahasiswa yang yang tergabung dalam HIMATETA memberikan klarifikasi

BALIEXPRESS.ID— Universitas Sriwijaya (Unsri) mengambil langkah tegas setelah video kegiatan Ospek mahasiswa baru jurusan Teknologi Pertanian viral di media sosial.

 Dalam rekaman tersebut, mahasiswa baru terlihat dipaksa saling mencium kening sesama jenis, memicu gelombang kecaman dari publik dan civitas akademika.

Baca Juga: Ospek Maba dengan Adegan Cium Kening Sesama Jenis Tuai Kecaman, HIMATETA Unsri Dibekukan

Peristiwa tersebut terjadi pada kegiatan pengenalan kampus yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATETA) pada 20 September 2025.

 Meskipun awalnya ditujukan sebagai ajang kekeluargaan, kegiatan itu berujung pada tindakan yang dinilai melecehkan dan tidak pantas.

Menurut keterangan panitia, kegiatan Ospek dimulai dengan agenda We Can Take Cleaning (WTC) yang dipimpin oleh Arjuna Satria selaku Koordinator Kebersihan. Arjuna menyebut bahwa kegiatan tersebut awalnya berjalan positif.

“Pagi harinya kami melakukan gotong royong sebagai bentuk kekeluargaan agar tercipta lingkungan jurusan yang nyaman dan baik,” jelas Arjuna dalam keterangannya.

Baca Juga: Enam Calon PPPK Paruh Waktu di Bangli Mundur sebelum Dapat SK, Satu Meninggal

Setelah sesi bersih-bersih, kegiatan dilanjutkan dengan forum diskusi angkatan. Namun, persoalan muncul saat sesi hiburan di sore hari.

Ide untuk melakukan aksi saling cium kening antar mahasiswa baru muncul dari M. Dwinandra, salah satu senior, bersama seorang alumni bernama Rayan. Awalnya disebut sebagai "hiburan ringan", permainan tersebut terekam dalam video yang awalnya hanya beredar terbatas, namun akhirnya bocor ke grup angkatan dan menyebar luas di media sosial.

Menanggapi viralnya video tersebut, Sekretaris Universitas Unsri, Aidil Fitri, menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bagian dari perpeloncoan yang terencana. Menurutnya, tindakan itu murni merupakan inisiatif spontan kakak tingkat dan tidak sesuai arahan resmi dari universitas.

“Perpeloncoan itu tidak benar. Dalam kasus ini, tindakan yang dilakukan oleh kakak tingkat merupakan perbuatan spontanitas,” tegas Aidil.

Meski demikian, pihak kampus tetap menanggapi serius kejadian ini. Unsri telah membentuk tim investigasi internal dan memeriksa sedikitnya 15 mahasiswa, termasuk panitia HIMATETA. Selain itu, universitas juga berkoordinasi dengan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT).

Baca Juga: Profil Dikep, Politikus Asal Kubu yang Kini Emban Amanah Sekretaris Golkar Karangasem

Hasil penyelidikan akan menjadi dasar penentuan sanksi, termasuk kemungkinan sanksi akademik terhadap pelaku.

Sebagai bentuk tanggung jawab, HIMATETA telah dijatuhi sanksi larangan menyelenggarakan kegiatan selama satu tahun. Hal ini sebagai upaya untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Tak hanya aksi cium kening, laporan internal kampus juga menyebut adanya dugaan ajakan berkelahi secara fisik oleh beberapa senior terhadap mahasiswa baru. Semua informasi tersebut saat ini tengah dalam proses verifikasi oleh pihak kampus.

Kasus ini menjadi cerminan bahwa kegiatan orientasi tidak boleh melenceng dari nilai-nilai edukatif dan harus menjunjung martabat mahasiswa baru. Pihak Unsri menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap kegiatan organisasi kemahasiswaan.

“Kami ingin memastikan bahwa kegiatan Ospek menjadi sarana pembinaan yang positif, bukan ajang pelecehan atau tekanan mental,” tutup Aidil Fitri.

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#sanksi #investigasi #ospek #Unsri Palembang #cium kening