Audit Dapur dan Distribusi Diperketat, Pemerintah Pastikan Keamanan Program MBG
I Putu Suyatra• Sabtu, 27 September 2025 | 13:08 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI, Asep Romy Romaya
BALIEXPRESS.ID - Pemerintah Indonesia melalui Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah munculnya kasus keracunan massal di sejumlah sekolah. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan makanan yang disajikan kepada siswa tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi.
Anggota Komisi IX DPR RI, Asep Romy Romaya, mendesak BGN segera menetapkan standar pengawasan ketat dalam pelaksanaan MBG.
“Setiap penyedia makanan, baik dapur umum maupun vendor, wajib mematuhi standar keamanan pangan yang ketat. Penerapan sertifikasi HACCP sangat penting agar setiap tahap, mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusi, bebas dari risiko kontaminasi,” tegas Asep.
Sebagai tindak lanjut, Kepala BGN Dadan Hindayana mengumumkan penghentian sementara terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam kasus keracunan.
“Kami mendengar tuntutan publik. SPPG yang bermasalah langsung kami hentikan sementara untuk dievaluasi,” jelas Dadan.
4.700 Porsi Bermasalah, BGN Temukan Celah di Distribusi
Hasil pemetaan BGN menunjukkan sekitar 4.700 porsi makanan MBG diduga menjadi penyebab gangguan kesehatan siswa. Mayoritas kasus disebabkan oleh SPPG baru yang belum siap, serta proses pergantian pemasok bahan baku yang tidak memenuhi standar.
Dadan menegaskan pentingnya menjalankan program secara bertahap:
“SPPG sebaiknya memulai dari jumlah kecil agar pengawasan mutu dan distribusi bisa lebih terkontrol.”
Peran Publik dalam Perbaikan Program
BGN juga membuka ruang partisipasi publik untuk memperbaiki kualitas layanan MBG. Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menekankan perlunya masukan dari berbagai pihak.
“Kami mengundang kontribusi aktif dari semua pihak agar standar pelayanan publik tidak hanya sesuai regulasi, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkap Khairul.
Komitmen Pemerintah
Dengan pengawasan dapur dan distribusi yang lebih ketat, pemerintah berharap Program MBG dapat kembali berjalan optimal, aman, dan tepat sasaran. Ke depan, pemerintah berkomitmen memperkuat pengawasan, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Program MBG sendiri menjadi salah satu prioritas nasional dalam upaya meningkatkan gizi anak Indonesia, sehingga keberlangsungannya dinilai sangat penting bagi generasi mendatang. ***