Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sosok Pemuda Diduga Hacker Bjorka Ditangkap, Ternyata Tak Lulus SMK dan Bukan Ahli IT

Wiwin Meliana • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 18:03 WIB

Sosok pemuda diduga hacker Bjorka ditangkap polisi
Sosok pemuda diduga hacker Bjorka ditangkap polisi

BALIEXPRESS.ID – Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus ilegal akses dan manipulasi data yang melibatkan sosok hacker yang sempat menghebohkan publik dengan nama Bjorka.

 Pelaku yang berhasil ditangkap diketahui adalah seorang pemuda berinisial WFT, berusia 22 tahun, yang ternyata tidak lulus SMK dan bukan ahli IT.

Baca Juga: Tanggapan AWK Usai Video Penembakan Anjing di Depan Resort Bali Viral, Nama Resort Disorot Warganet

Kasus ini diumumkan oleh Kasubdit IV Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya, AKBP Herman Edco Wijaya, dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Kamis (2/10/2025).

“Yang bersangkutan bukan ahli IT. Pelaku WFT adalah orang yang tidak lulus SMK,” ungkap Herman kepada awak media.

WFT ditangkap pada Selasa, 23 September 2025, di Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan selama enam bulan setelah polisi menerima laporan dari sebuah bank swasta pada Februari 2025.

Pelaku diduga menggunakan akun X (Twitter) @bjorkanesiaaa dan sempat mengklaim telah membobol 4,9 juta data nasabah bank tersebut.

Baca Juga: MIRIS! Induk Anjing Ditembak oleh Petugas di Depan Resort Bali, Tuai Kecaman Netizen

“Niat dari pelaku sebenarnya adalah melakukan pemerasan terhadap bank swasta itu,” terang Herman.

WFT mengunggah sampel data mobile banking dan kemudian mengirim pesan langsung kepada pihak bank sebagai bentuk ancaman, dengan maksud meminta uang tebusan.

Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan bahwa WFT mulai aktif menggunakan nama Bjorka sejak 2020, dan bermain di berbagai dark forum.

Namun, karena akun @bjorkanesiaaa menjadi sorotan pada 5 Februari 2025, pelaku mengganti identitas daringnya menjadi SkyWave.

Selain membobol data bank, pelaku juga disebut telah mengakses dan memperjualbelikan data dari perusahaan swasta dan kesehatan di Indonesia.

Baca Juga: Dukung Pemerintah Pusat, Pemkab Bangli Siapkan Dua Lahan di Petak dan Bangklet untuk Program MBG

“Pelaku juga melakukan jual beli data melalui akun-akun media sosial lainnya,” kata AKBP Herman.

Dalam penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti komputer, ponsel, dan perangkat lainnya yang diduga digunakan untuk menjalankan aksi peretasan dan pemerasan.

Polda Metro Jaya menyebut masih akan melakukan pendalaman lebih lanjut terkait jaringan yang mungkin terhubung dengan WFT, termasuk potensi adanya kolaborator atau pihak-pihak lain yang terlibat.

Fakta bahwa WFT bukan lulusan SMK, dan tidak memiliki latar belakang pendidikan IT, mengejutkan banyak pihak. Ia diduga belajar secara otodidak, dan memanfaatkan forum gelap (dark web) untuk mendapatkan akses dan alat bantu peretasan.

 

Editor : Wiwin Meliana
#smk #Tak Lulus #ditangkap #Bjorka