BALIEXPRESS.ID-Nama Hariman Ibrahim mendadak jadi perbincangan publik usai video dirinya tergagap membaca Pembukaan UUD 1945 saat Upacara Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2025 di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Wakil Ketua DPRD Pasangkayu itu terlihat kesulitan melafalkan naskah pembukaan dan harus dibantu oleh Muspida yang mendampinginya.
Namun di balik sorotan dan kritik warganet, tak banyak yang tahu bahwa Hariman Ibrahim merupakan figur pekerja keras dengan latar belakang sebagai nelayan sukses dari tanah Pasangkayu.
Lahir di Pasangkayu, 15 Mei 1968, Hariman adalah anak keempat dari sepuluh bersaudara pasangan Ibrahim dan Salma.
Masa kecilnya dihabiskan di pesisir pantai, tempat keluarganya menggantungkan hidup dari hasil laut. Meski berasal dari keluarga sederhana, Hariman tumbuh dengan semangat kuat untuk belajar dan bekerja.
Baca Juga: Sentuh Tanahku Hadirkan Antrian Online untuk Permudah Masyarakat dalam Layanan Pertanahan
Ia menempuh pendidikan di SD Negeri 1 Pasangkayu dan lulus pada tahun 1981, lalu melanjutkan ke SMP Pasangkayu dan tamat pada 1984. Usai itu, Hariman hijrah ke Palu untuk melanjutkan sekolah di SMA Negeri Palu hingga lulus pada tahun 1987.
Namun bukan kantor atau gedung tinggi yang menanti Hariman setelah lulus, melainkan lautan luas yang selama ini telah menjadi bagian hidupnya.
Sejak remaja, Hariman sudah turun langsung ke laut, menekuni profesi nelayan seperti ayahnya.
Berbekal semangat dan kerja keras, ia dikenal sebagai salah satu nelayan tangguh dan sukses di daerahnya. Keberhasilannya dalam dunia perikanan menjadikannya dikenal luas di masyarakat pesisir Pasangkayu.
Tak hanya sukses secara ekonomi, Hariman juga dikenal dermawan dan aktif dalam kegiatan sosial di kampung halamannya. Kepeduliannya terhadap nasib sesama nelayan membuatnya mulai dilirik oleh partai politik.
Baca Juga: Kenali Tata Cara dan Persyaratan Pemecahan Bidang Tanah bagi Pemegang Hak
Pada Pemilu 2024, Hariman mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu dari Partai NasDem. Meski tergolong baru dalam dunia politik, ia berhasil meraih 1.736 suara, angka yang cukup besar dan mengejutkan banyak pihak.
Kepercayaan masyarakat pun mengantarnya duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Pasangkayu periode 2024–2029. Hariman menyebut, jabatan ini adalah amanah yang ia niatkan untuk memperjuangkan hak-hak nelayan dan masyarakat kecil di daerahnya.
Insiden saat membacakan teks UUD 1945 tentu menjadi pelajaran besar bagi Hariman.
Meski menuai kritik, tak sedikit pula yang menyuarakan agar publik melihat perjalanan hidup dan perjuangannya yang luar biasa.
Editor : Wiwin Meliana