Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cerita Purbaya "Takut-Takuti" Prabowo Akan Lengser, Berujung Ditunjuk Jadi Menkeu

Wiwin Meliana • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 16:12 WIB

Menkeu Purbaya menceritakan saat dirinya ditunjuk masuk cabinet Prabowo
Menkeu Purbaya menceritakan saat dirinya ditunjuk masuk cabinet Prabowo

BALIEXPRESS.ID– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi menceritakan momen tak biasa di balik pengangkatannya sebagai menteri. Dalam forum Investor Daily Summit 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (9/10), Purbaya mengungkap bahwa ia sempat “menakut-nakuti” Presiden Prabowo Subianto dengan prediksi soal potensi pergantian kekuasaan pada Februari 2026.

Bukan tanpa alasan, menurutnya, kekhawatiran itu berdasarkan analisis ekonomi yang ia miliki.

Baca Juga: KPH Bali Timur Klarifikasi: Pembangunan Bukan di Hutan Lindung Kintamani, Tapi di Kawasan Konservasi

Bahkan, karena pernyataan tersebut, ia sampai dipanggil oleh Presiden Prabowo selama tiga hari berturut-turut sebelum akhirnya resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025.

Purbaya menyebut, ia bersama empat orang lainnya pertama kali dipanggil ke kediaman pribadi Prabowo di Hambalang, Bogor, pada Jumat (5/9/2025). Saat itu, Prabowo memberikan pemaparan panjang selama tiga jam penuh. Keesokan harinya, Sabtu (6/9), mereka kembali dipanggil untuk sesi kedua. Purbaya mengaku hanya diam mendengarkan tanpa banyak komentar.

Namun, pada hari ketiga, Minggu (7/9), Purbaya memutuskan angkat bicara. Saat itulah ia menyampaikan kekhawatiran soal masa depan ekonomi nasional yang bisa berujung pada gejolak politik.

Baca Juga: Terungkap! Sebelum Nikahi Gadis Muda dan Kabur, Mbah Tarman Sudah Pernah Menikah Dua Kali

"Kalau hari Minggu saya enggak ngomong, ya sudah lah, enggak ada kans bicara lagi. Jadi saya bilang ke Pak Prabowo: 'Februari Pak, [bakal ada] pergantian kekuasaan,'" ungkap Purbaya dalam forum tersebut.

Ia menyampaikan analisis berbasis data ekonomi sejak era Presiden Soeharto hingga Presiden Jokowi. Menurutnya, ada pola ekonomi yang berulang: masa ekspansi selama tujuh tahun diikuti resesi sekitar satu tahun. Bila pemerintah salah langkah saat resesi, maka potensi kehilangan kepercayaan publik sangat tinggi.

Lebih lanjut, Purbaya menyinggung demonstrasi besar yang terjadi pada akhir Agustus 2025 di berbagai wilayah sebagai sinyal awal keresahan publik akibat perlambatan ekonomi yang terus terjadi.

"Kalau tidak diperbaiki, dampaknya serius. Rakyat bisa kehilangan kepercayaan, dan demo bisa makin besar," katanya.

Baca Juga: Tim Gabungan Geledah Blok dan Kamar Warga Binaan di Rutan Bangli Tengah Malam, Ini Temuannya!
"Hitungan saya sebagai ekonom  dan setengah dukun Februari tahun depan bisa terjadi pergantian kekuasaan. Biayanya mahal buat masyarakat."

Pernyataan tersebut, lanjutnya, menyadarkan Presiden Prabowo. Hingga akhirnya Purbaya dipanggil secara intens dan diminta mengisi posisi Menteri Keuangan.

Menurut Purbaya, justru dari momen "menakut-nakuti" itulah dirinya dipercaya. Bukan karena membuat Presiden takut, tapi karena data dan analisis yang ia sampaikan dinilai rasional dan relevan.

"Itu resep sukses saya. Kita takut-takutin dia. Tapi bukan menakut-nakuti kosong, saya kasih data dan logikanya," ujar Purbaya disambut tawa para peserta forum.

Cerita ini pun menjadi sorotan publik karena menunjukkan dinamika politik-ekonomi yang tak biasa di balik pengangkatan pejabat negara, serta betapa seriusnya kondisi ekonomi yang dihadapi pemerintahan saat ini.

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#lengser #Menkeu #Purbaya #Prabowo