BALIEXPRESS.ID – Aksi brutal geng motor kembali memakan korban. Kali ini, insiden tragis terjadi di Jalan Daeng Tata, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, pada Sabtu (11/10/2025) dini hari.
Sebuah sepeda motor yang ditumpangi tiga remaja diduga geng motor menabrak sebuah mobil box, mengakibatkan satu orang meninggal dunia, dan dua lainnya luka-luka.
Baca Juga: Gagal ke Piala Dunia 2026, Patrick Kluivert Ragu Keberlanjutan Karier Bersama Timnas Indonesia
Kecelakaan maut tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WITA di dekat pertigaan Jalan Daeng Tata Raya.
Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, tampak ketiga korban tergeletak di jalan dengan kondisi mengenaskan.
Salah satu korban bahkan tampak tak sadarkan diri di bahu jalan, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Hal mengejutkan ditemukan di lokasi kejadian. Di dekat tubuh salah satu korban, warga menemukan beberapa anak panah beserta alat pelontarnya (busur) berserakan di aspal.
Baca Juga: Gagal Bawa Timnas ke Piala Dunia 2026, Andre Rosiade Desak Patrick Kluivert Dipecat
Temuan tersebut langsung memunculkan dugaan bahwa ketiga remaja tersebut merupakan bagian dari komplotan geng motor bersenjata yang selama ini meresahkan warga Makassar.
Kapolsek Tamalate, Kompol Syarifuddin, membenarkan informasi tersebut saat dikonfirmasi pada Minggu (12/10/2025).
“Benar, saat diamankan warga, pelaku tertangkap tangan membawa senjata tajam jenis busur,” ujar Syarifuddin.
Menurut keterangan polisi, para remaja tersebut diketahui sedang melakukan “rolling” atau konvoi di sekitar Kota Makassar. Namun nahas, saat melintas di Jalan Daeng Tata Raya, motor yang mereka kendarai menabrak sebuah mobil box putih, mengakibatkan benturan keras hingga bagian depan kendaraan ringsek.
Warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan menemukan senjata tajam jenis busur dan anak panah di sekitar korban.
Baca Juga: Mengenal Adipati Yuri: Kreator Konten Horor yang Hilang Saat Live di Goa Angker Gianyar
Salah satu dari pelaku, MAA, langsung dilarikan ke RS Bhayangkara dalam kondisi kritis. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Dua remaja lainnya yang masih berusia belasan tahun diamankan bersama barang bukti berupa:
2 buah busur (ketapel modifikasi)
2 anak panah besi tajam
“Pelaku diduga kuat merupakan bagian dari kelompok geng motor. Selain karena kecelakaan, tidak menutup kemungkinan mereka sebelumnya terlibat dalam aksi pembusuran,” tegas Kompol Syarifuddin.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya korban lain akibat pembusuran oleh pelaku sebelum kecelakaan terjadi.
“Kami terus mendalami motif serta kegiatan mereka sebelum kecelakaan. Tidak menutup kemungkinan ada korban lain dari aksi pembusuran yang dilakukan,” tambahnya.
Editor : Wiwin Meliana