Momentum Hari Sumpah Pemuda, Pemerintah Percepat Program Magang Nasional untuk Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Muda
I Putu Suyatra• Jumat, 24 Oktober 2025 | 17:43 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli
BALIEXPRESS.ID – Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda 2025, pemerintah mempercepat pelaksanaan Program Magang Nasional sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja muda Indonesia.
Program ini menjadi bagian penting dari Paket Ekonomi 8+4+5 Tahun 2025 yang diluncurkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Sasaran utama program ini adalah lulusan Diploma (D1–D4) dan Sarjana (S1) yang telah lulus dalam kurun waktu maksimal satu tahun terakhir.
1. 1.500 Peserta Lolos Batch I Gelombang 2 Tahun 2025
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menetapkan sekitar 1.500 peserta yang lolos dalam Program Magang Nasional Batch I Gelombang 2 Tahun 2025. Penetapan ini menjadi penanda dimulainya kembali program pemagangan berskala nasional yang ditargetkan menyentuh 100.000 peserta sepanjang tahun 2025.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan, percepatan pelaksanaan program ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kerja muda.
“Program ini merupakan lanjutan dari gelombang pertama yang telah dimulai pada Senin, 20 Oktober 2025 dengan 20.000 peserta. Proses seleksi dan penentuan kelulusan dilakukan langsung oleh perusahaan penerima magang,” ujar Yassierli di Jakarta.
Menurutnya, program ini juga menjadi stimulus ekonomi nasional dengan tiga tujuan utama: memberikan pengalaman kerja, meningkatkan pemahaman dunia industri (exposure), serta memperkuat keterampilan dan profesionalitas lulusan muda.
“Untuk memperluas jangkauan, pemerintah juga membuka kesempatan magang tidak hanya di perusahaan swasta, tetapi juga di berbagai kementerian dan lembaga pemerintahan di seluruh Indonesia,” tambahnya.
2. Menjembatani Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja
Senada dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Program Magang Nasional dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, khususnya dalam menghubungkan supply lulusan perguruan tinggi dengan demand tenaga kerja industri.
“Melalui program ini, pemerintah menargetkan dapat menjembatani sekitar 8 hingga 10 persen dari total lulusan perguruan tinggi agar siap masuk ke dunia kerja,” ungkap Airlangga, Senin (20/10).
3. Dampak Positif bagi Daerah dan Lulusan Baru
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Barat, Andi Farid Amri, menilai program ini memberi manfaat besar bagi daerah. Selain membuka kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja, program ini juga menjadi langkah strategis dalam menyiapkan tenaga kerja muda yang kompeten, produktif, dan siap bersaing.
“Program Magang Nasional dirancang agar para peserta memperoleh pengalaman langsung di lingkungan profesional. Bagi lulusan baru, momentum ini sering menjadi pintu pertama menuju karier yang lebih pasti dan kompetitif,” jelas Andi.
4. Gerakan Pembelajaran Nasional yang Kolaboratif
Lebih dari sekadar program kerja praktik, Program Magang Nasional 2025 merupakan gerakan pembelajaran kolaboratif yang menghubungkan dunia pendidikan, industri, dan komunitas. Melalui ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan, program ini diharapkan melahirkan generasi muda profesional yang berintegritas, siap kerja, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.