Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bio Farma Pamerkan Keberhasilan Program Imunisasi Global di DCVMN AGM 2025

Wiwin Meliana • Rabu, 29 Oktober 2025 | 23:11 WIB

Bio Farma Pamerkan Keberhasilan Program Imunisasi Global di DCVMN AGM 2025
Bio Farma Pamerkan Keberhasilan Program Imunisasi Global di DCVMN AGM 2025

BALIEXPRESS.ID— PT Bio Farma (Persero) kembali menunjukkan kiprah dan kontribusi globalnya di bidang kesehatan dunia. Dalam ajang Developing Countries Vaccine Manufacturers Network Annual General Meeting (DCVMN AGM) 2025, Bio Farma tampil sebagai co-host sekaligus memamerkan berbagai keberhasilan dalam program imunisasi global, termasuk vaksin polio yang digunakan UNICEF untuk program imunisasi dunia.

Baca Juga: Bio Farma Jadi Co-Host DCVMN AGM 2025, Dorong Kemandirian Vaksin Negara Berkembang

“Bio Farma saat ini menjadi co-host DCVMN AGM 2025. Sebagai salah satu pemasok vaksin global, produk kami telah digunakan di lebih dari 150 negara dan sudah mendapatkan pra-kualifikasi dari WHO. Artinya, kami telah memenuhi persyaratan global untuk mutu, keamanan, dan khasiat atau performa produk,” ujar Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, dalam sambutannya.

Menurut Shadiq, ajang DCVMN AGM tahun ini menjadi momentum penting bagi Bio Farma untuk memperkuat jejaring global serta mendorong kolaborasi dan inovasi di sektor vaksin, terutama di negara berkembang.

Baca Juga: 30 Titik Lampu Tenaga Surya Terangi Jalur Utara Buleleng

“Pertemuan ini juga menjadi ajang memperkuat jejaring dan mencari solusi pembiayaan agar negara berkembang tidak terus bergantung pada bantuan luar,” jelasnya.

Ia menambahkan, Bio Farma memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun kolaborasi pendanaan dan inovasi teknologi demi mewujudkan kemandirian vaksin di masing-masing negara.

“Kami memanfaatkan momentum ini untuk membangun inovasi dan kolaborasi pendanaan, mendorong kemandirian vaksin di masing-masing negara,” tegas Shadiq.

Selain memperkuat jejaring global, Bio Farma juga menampilkan berbagai capaian dan kontribusi nyatanya terhadap dunia kesehatan. Perusahaan pelat merah ini dikenal sebagai salah satu produsen utama vaksin polio yang digunakan UNICEF untuk mendukung program imunisasi global. Tak hanya itu, Bio Farma juga menunjukkan kemampuannya dalam two-way technology transfer dengan berbagai negara mitra, memperluas kolaborasi riset dan pengembangan vaksin lintas batas.

Baca Juga: Tes Urine Pegawai Damkar Buleleng, BNN Pastikan Lingkungan Kerja Bersih dari Narkoba

“Kami terus berupaya menciptakan produk yang lebih affordable dan berkualitas tinggi agar dapat dijangkau untuk kepentingan program pemerintah maupun komersial,” tambah Shadiq.

Sementara itu, Board Chair DCVMN 2023–2025, Adriansjah Azhari, menekankan bahwa pertemuan tahun ini berfokus pada peningkatan kolaborasi riset dan kapasitas produksi antarnegara berkembang.

“Tujuannya adalah mencari solusi bersama untuk memperkuat kapasitas vaksin dan hasil penelitian. Negara berkembang memiliki potensi besar dalam kontribusi terhadap pasokan vaksin global, terutama di masa pandemi,” ujarnya.

Adapun CEO DCVMN, Rajinder Suri, menyoroti pentingnya jejaring produsen vaksin negara berkembang dalam menghadapi tantangan kesehatan masa depan.
“Kami akan terus meningkatkan kemampuan dan bersiap mendukung organisasi seperti CEPI dan WHO untuk menghadapi tantangan kesehatan global yang akan datang,” ungkapnya.

Baca Juga: Sanur Village Festival 2025 Siap Digelar, Angkat Tema “Guna Dusun” untuk Harmoni Alam dan Manusia

Pertemuan tahunan DCVMN merupakan forum strategis yang mempertemukan para produsen vaksin dari negara berkembang untuk memperkuat posisi di tingkat global, sekaligus mendorong kolaborasi South-to-South yang lebih kuat.

Melalui keikutsertaan aktifnya, Indonesia melalui Bio Farma diharapkan terus memainkan peran penting sebagai penggerak kemandirian vaksin dunia. Langkah ini sejalan dengan visi Bio Farma dalam membangun ekosistem kesehatan global yang tangguh, inklusif, dan berkeadilan.

Editor : Wiwin Meliana
#vaksin #bio farma