Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Danantara Ubah Sampah di 7 Kota Jadi Listrik, Proyek Energi Hijau Terbesar di Dunia Dimulai

I Putu Suyatra • Jumat, 31 Oktober 2025 | 13:31 WIB

TPA Suwung
TPA Suwung

BALIEXPRESS.ID - Indonesia melangkah besar menuju masa depan energi bersih. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi meluncurkan proyek pengolahan sampah menjadi listrik (Waste to Energy/WTE) di tujuh kota besar. Langkah ini menjadi bagian dari investasi energi hijau terbesar di dunia sekaligus solusi konkret untuk mengatasi masalah sampah perkotaan.

Investasi Energi Hijau Skala Dunia

Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, menyebut proyek ini sebagai investasi langsung terbesar di sektor WTE global.

“Tidak ada negara lain yang berinvestasi sebesar ini. Dari sisi skala dan potensi, proyek ini merupakan yang terbesar di dunia,” ujar Pandu dalam forum “1 Tahun Prabowo-Gibran: Optimism on Economic Growth” di Jakarta.

Danantara menargetkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di 33 kota di Indonesia, dengan total investasi mencapai Rp91 triliun.
Pada tahap pertama, proyek akan dimulai di tujuh wilayah: Bali, Yogyakarta, Bogor, Tangerang Raya, Semarang, Bekasi Raya, dan Medan Raya.

Teknologi Modern dan Transparansi

CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa Danantara akan menjadi pemegang saham utama di seluruh proyek WTE untuk memastikan pelaksanaannya berjalan transparan dan efisien.

“Kami menggunakan teknologi terbaru yang telah terbukti di Jepang, China, dan Singapura. Setiap proyek akan dijalankan dengan standar internasional,” tegas Rosan.

Setiap fasilitas pengolahan ditargetkan mampu mengelola 1.000 ton sampah per hari, menghasilkan listrik hingga 15 megawatt (MW) — cukup untuk memenuhi kebutuhan energi lebih dari 20.000 rumah tangga. Proyek ini juga akan mengurangi timbunan sampah di TPA besar seperti Bantargebang, yang kini menampung sekitar 55 juta ton sampah.

Minat Investor Tinggi, Bukti Kepercayaan Dunia

Rosan mengungkapkan, minat investor terhadap proyek energi hijau ini sangat tinggi.

“Lebih dari 204 perusahaan, baik dalam maupun luar negeri, telah menyatakan minat untuk mengikuti tender pembangunan PSEL yang dijadwalkan pada November 2025. Dari jumlah tersebut, 66 perusahaan berasal dari luar negeri,” jelasnya.

Dukungan Regulasi dan Komitmen Pemerintah

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan regulasi pendukung melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan.

“Dengan kebijakan ini, sampah yang dulunya menjadi sumber penyakit kini akan menjadi sumber energi, lapangan kerja, dan solusi bagi krisis lingkungan,” tegas Zulhas.

Menuju Transisi Energi Hijau Nasional

Proyek Waste to Energy Danantara merupakan bagian dari visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat transisi menuju ekonomi hijau, memperkuat kemandirian energi nasional, dan menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih serta berkelanjutan.

Dengan langkah besar ini, Indonesia bukan hanya mengubah cara memandang sampah — tetapi juga mempertegas posisinya sebagai pemimpin baru dalam investasi energi hijau dunia.


Editor : I Putu Suyatra
#listrik