Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ribuan Ojol Serbu Monas! URC Bergerak Sampaikan Empat Tuntutan Hingga Tolak Komisi 10%

Wiwin Meliana • Sabtu, 8 November 2025 | 18:04 WIB

Ribuan Ojol Serbu Monas
Ribuan Ojol Serbu Monas

BALIEXPRESS.ID— Ribuan pengemudi ojek online yang tergabung dalam komunitas Unit Reaksi Cepat (URC) Bergerak menggelar aksi damai di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Jumat (7/11/2025). Dalam orasinya, perwakilan URC Bergerak menekankan pentingnya pelibatan langsung mitra pengemudi dalam penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur ekosistem transportasi daring.

Baca Juga: TERUNGKAP! Pura Belong Batu Nunggul Tidak Tercatat dalam Prasasti Sejarah, Warga Mengaku Bingung

Mereka menolak jika aturan tersebut disusun secara sepihak tanpa memberikan ruang dialog yang adil. Selain itu, URC Bergerak juga menyampaikan keberatan terkait rencana pemotongan komisi 10 persen, yang dianggap akan secara signifikan menurunkan penghasilan mitra. Mereka juga menolak rencana perubahan status kerja yang menjadikan mitra pekerja tetap, karena dianggap menghilangkan fleksibilitas kerja yang menjadi ciri khas profesi ojol.

Ahmad Bakrie, atau yang akrab disapa Bang Oki, menjelaskan bahwa aksi ini bukan penolakan terhadap kebijakan pemerintah, melainkan upaya memastikan regulasi yang diterbitkan tetap adil dan berpihak pada semua pihak.

Baca Juga: Nyoman Asian Kecewa, Sebut Mantan Istri Tak Kembalikan Anak Sesuai Kesepakatan Hak Asuh Bersama

"Perpres yang akan diterbitkan, kami kawal supaya berkeadilan. Adil ke semua pihak, jangan sampai timpang. Kita ingin berkelanjutan, supaya semua teman-teman bisa ikut mengawal karena Perpres ini nantinya juga berlaku di daerah," ujar Oki saat ditemui usai audiensi dengan Wakil Menteri Sekretariat Negara di Istana Merdeka, Jumat (7/11/2025).

 

 

Empat Tuntutan Utama Pengemudi Ojek Online :

 

  1. Menolak komisi 10%.

 

  1. Menolak status karyawan tetap atau pekerja.

 

  1. Mendorong agar diskusi dilakukan dengan perwakilan mitra yang benar-benar mewakili kepentingan pengemudi di lapangan.

 

  1. Menuntut hadirnya payung hukum yang adil dan berpihak pada semua pihak.

 

 

Pertemuan dengan Wamensesneg: Aspirasi Diterima Istana

 Baca Juga: Pujawan Nilai Pemilihan Ketua OSIS Jadi Miniatur Pemilu bagi Siswa

Dalam aksi yang dihadiri sekitar 2.000–3.000 pengemudi dari berbagai wilayah Jabodetabek itu, perwakilan URC Bergerak diterima langsung oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro.

 

Dalam pertemuan tersebut, pihak istana menyatakan akan meninjau kembali isi rancangan Perpres dan melibatkan perwakilan komunitas ojol dalam pembahasan selanjutnya.

 

Selain itu, Perwakilan URC Bergerak, Khasanah, menyampaikan bahwa pemerintah memberikan respon positif atas aspirasi mereka.

“Alhamdulillah kita sudah diterima oleh perwakilan Presiden, yaitu Bapak Wamensesneg Juri Ardiantoro. Semua kita bicarakan, termasuk tentang ladies ojol. Beliau sangat apresiasi terhadap ladies ojol yang mencari nafkahnya,” ungkapnya.

 Baca Juga: Lansia di Karangasem Belum Kembali, Diduga Tersesat di Hutan Saat Mengejar Sapi Lepas

Khasanah menambahkan bahwa surat tuntutan dari URC Bergerak sudah diterima pihak istana dan akan disampaikan langsung kepada Presiden. Pemerintah juga berjanji melibatkan perwakilan komunitas ojol dalam proses pembahasan Perpres selanjutnya agar hasilnya benar-benar berkeadilan.

 

URC Bergerak berharap agar Presiden Prabowo Subianto dan jajaran kementerian terkait benar-benar mendengar aspirasi pengemudi ojol asli. Mereka menekankan pentingnya musyawarah dan keterlibatan semua unsur agar Perpres Ojol yang dihasilkan mencerminkan keadilan sosial dan keberlanjutan ekosistem transportasi daring di Indonesia.

 

Aksi ini juga menjadi bentuk solidaritas bagi seluruh pengemudi ojol, termasuk mereka yang tidak dapat hadir di lapangan. Para peserta juga mengheningkan cipta dan berdoa bagi para pejuang ojol yang telah berpulang, di antaranya almarhum Affan Kurniawan dan Rusdamdiansyah, sebagai simbol perjuangan panjang komunitas selama satu dekade. (*)

Editor : Wiwin Meliana
#komisi #monas #ojol