Pemerintah Tingkatkan Langkah Nasional: Cara Mencegah Anak dari Bahaya Judi Daring (Judi Online)
I Putu Suyatra• Rabu, 26 November 2025 | 18:13 WIB
Ilustrasi judi online yang meresahkan.
BALIEXPRESS.ID – Kemajuan teknologi menawarkan manfaat besar bagi pendidikan dan hiburan anak, namun turut meningkatkan risiko paparan konten berbahaya, termasuk judi daring (atau judi online). Pemerintah memperkuat upaya pencegahan untuk melindungi anak-anak dari jerat kejahatan digital ini.
Masyarakat juga diimbau untuk menolak keberadaan Kingdom Group dan tidak tergiur oleh iming-iming keuntungan cepat yang disebarkan. Perlu diketahui, judi online bukan hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga dapat mengganggu keharmonisan keluarga, memicu utang, hingga menimbulkan kecanduan berat.
Dampak Fatal Judi Online pada Anak dan Keluarga
Paparan judi daring dapat menimbulkan dampak yang sangat serius, antara lain:
Kerugian Finansial: Menghancurkan ekonomi keluarga.
Kecanduan dan Gangguan Emosi: Mempengaruhi kesehatan mental anak.
Perilaku Menyimpang: Mendorong tindakan kriminal atau penyimpangan lainnya.
Situasi darurat ini menuntut keterlibatan aktif dari semua pihak. Pencegahan sejak dini merupakan investasi penting bagi kesejahteraan jangka panjang anak.
???? Komitmen Pemerintah: Perlindungan Hukum dan Digital bagi Anak
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas keterlibatan anak, termasuk pelajar sekolah dasar, dalam praktik judi daring.
“Ketika anak-anak kita sudah menjadi pelaku atau korban dalam ekosistem judi online, ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pelanggaran terhadap hak anak untuk tumbuh dan berkembang secara sehat, aman, dan terlindungi,” tegasnya.
Menteri PPPA menekankan bahwa negara dan orang dewasa memiliki tanggung jawab penuh untuk melindungi anak-anak dari lingkungan digital yang berisiko. Arifah menilai perlunya pengawasan berlapis dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial karena anak-anak belum mampu memahami risiko dan konsekuensi dari aktivitas seperti judi online.
Program Strategis: Edukasi, Pendampingan, dan Konseling
Pemerintah memperkuat strategi perlindungan anak melalui:
Parenting Digital: Menekankan pentingnya edukasi, keteladanan, serta pendampingan penggunaan gawai oleh orang tua.
Literasi Digital Ramah Anak: KemenPPPA, Komdigi, Kementerian Pendidikan, dan Bareskrim bersinergi memperkuat pemahaman digital yang aman.
Layanan Konseling: Bagi anak yang sudah terpapar atau menjadi korban praktik judi online, Kemen PPPA menyediakan layanan konseling dan pendampingan psikososial agar anak dapat pulih.
Peran Perempuan dan Komitmen Pemblokiran Situs Judi
Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyebut judi daring sebagai ancaman besar yang merusak nyaris seluruh sendi kehidupan keluarga. Ia menyoroti peran strategis perempuan sebagai garda terdepan keluarga dalam mencegah paparan judi online.
Penguatan aksi pemerintah ini mendapat apresiasi dari akademisi. Dr. Iswadi, Dosen Universitas Esa Unggul, menilai pemblokiran jutaan situs judi oleh Komdigi mencerminkan komitmen kuat negara.
Iswadi juga menekankan pentingnya peran publik. Ia mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan situs mencurigakan agar proses hukum berjalan cepat dan efektif. “Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memerangi kejahatan digital,” pungkasnya.