Target 4.200 Kampung di Papua Teraliri Listrik, PLN Siapkan Anggaran Triliunan
I Putu Suyatra• Rabu, 31 Desember 2025 | 09:40 WIB
Ilustrasi
BALIEXPRESS.ID — PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat terus memacu program elektrifikasi di Tanah Papua. Langkah strategis ini menargetkan 4.200 kampung yang selama ini belum terjangkau aliran listrik agar segera mendapatkan akses energi demi pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi lokal.
Anggaran Besar untuk Infrastruktur Listrik Papua
General Manager PT PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar, mengungkapkan bahwa dukungan pemerintah sangat kuat untuk proyek ini. Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), anggaran sebesar Rp500 miliar telah dialokasikan pada tahun 2025.
"Anggaran tersebut difokuskan untuk pembangunan infrastruktur kelistrikan di 128 lokasi di Papua," ujar Diksi.
Lebih lanjut, PLN memproyeksikan kebutuhan dana yang lebih besar untuk tahun berikutnya. "Target awal tahun 2026 mencakup sekitar 554 lokasi dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp2,5 triliun sesuai penugasan Kementerian ESDM," tambahnya.
Strategi Energi Terbarukan Berbasis Potensi Lokal
Dalam mencapai target elektrifikasi, PLN tidak hanya membangun jaringan fisik tetapi juga memanfaatkan potensi energi ramah lingkungan di masing-masing daerah:
Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH): Diimplementasikan di wilayah dengan sumber air melimpah, seperti Pegunungan Arfak.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS): Digunakan di daerah dengan keterbatasan air, seperti Papua Barat Daya, menggunakan sistem baterai atau hibrida.
Kolaborasi Lintas Sektor demi Kesejahteraan Masyarakat
Keberhasilan program ini bergantung pada koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, mulai dari tingkat Gubernur hingga Kepala Distrik, terutama terkait penyediaan lahan dan dukungan sosial.
Upaya ini turut mendapat dukungan dari BPH Migas. Anggota BPH Migas, Erika Retnowati, menekankan pentingnya kolaborasi ini agar tantangan 4.200 desa yang belum terlistriki segera tuntas.
“Ketersediaan listrik adalah kunci utama untuk meningkatkan kesejahteraan dan mendorong aktivitas sosial ekonomi masyarakat di pelosok Papua,” pungkas Erika.