Percepat Pemulihan Pasca Banjir Aceh, Pemerintah Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas dari Provokasi
I Putu Suyatra• Jumat, 2 Januari 2026 | 15:39 WIB
Ilustrasi
BALIEXPRESS.ID – Pemerintah pusat dan daerah memperkuat kolaborasi untuk memastikan percepatan pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh berjalan kondusif. Di tengah upaya kemanusiaan ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap upaya provokasi separatis yang dapat mengganggu perdamaian di Serambi Mekkah.
Menjaga Perdamaian Aceh dari Simbol Separatisme
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Iwan Setiawan, mengingatkan agar semua pihak tetap fokus pada pemulihan dan tidak menormalisasi penggunaan simbol-simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Menurutnya, pengibaran simbol tersebut memiliki dampak ideologis yang sensitif.
“Pengibaran bendera GAM bukan sekadar ekspresi biasa, melainkan potensi pemicu konflik laten. Di tengah bencana, muncul narasi negatif di media sosial yang seolah-olah menyebut negara absen, padahal bantuan terus mengalir,” tegas Iwan.
Prioritas Pemulihan Jelang Ramadhan 2026
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa pemerintah pusat mengawal ketat progres di lapangan, terutama memastikan kesiapan infrastruktur sebelum bulan suci Ramadhan.
Dalam rapat koordinasi di Banda Aceh yang melibatkan BNPB, Forkopimda, dan organisasi sipil, Pratikno memaparkan beberapa poin utama:
Pembangunan Huntara: Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) telah dimulai secara masif.
Fasilitas Ibadah: Percepatan renovasi masjid dan musala agar warga dapat beribadah dengan nyaman.
Kebutuhan Dasar: Jaminan ketersediaan logistik dan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.
“Sinergi antara Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri menunjukkan kemajuan signifikan. Kami berterima kasih atas dedikasi semua pihak dalam membantu warga Aceh,” ujar Pratikno.
Respons Positif dari Tokoh Masyarakat Aceh
Soliditas penanganan bencana ini mendapat apresiasi dari tokoh lokal. Teuku Mudasir, tokoh masyarakat Aceh Selatan, menilai koordinasi lintas sektor sangat tertib.
“Evakuasi berjalan cepat dan kebutuhan di pengungsian terpenuhi dengan baik. Ini adalah bukti nyata keseriusan pemerintah,” ungkapnya. Senada dengan itu, tokoh muda setempat juga melihat kepulangan pengungsi ke rumah masing-masing sebagai tanda pemulihan ekonomi dan sosial yang berjalan efektif.
Menutup Ruang Provokasi Melalui Kerja Nyata
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Plt Sekretaris Daerah menyatakan bahwa fase tanggap darurat telah berakhir dan kini fokus pada transisi pemulihan.
Melalui kolaborasi yang kuat, pemerintah optimistis bahwa kehadiran negara dalam pemulihan pascabencana adalah benteng terkuat untuk menangkal provokasi separatis yang mencoba memanfaatkan situasi demi kepentingan politik tertentu.