Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemerintah Resmikan 166 Sekolah Rakyat untuk Perluas Akses Pendidikan Gratis

I Putu Suyatra • Minggu, 18 Januari 2026 | 06:14 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

BALIEXPRESS.ID — Pemerintah secara resmi mengoperasikan 166 Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi paling sulit, sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dukungan Reformasi Birokrasi dan Program Asta Cita

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini. Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat selaras dengan agenda besar pembangunan manusia dalam Asta Cita pemerintah.

Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada pendidikan gratis, tetapi juga membangun ekosistem pendukung yang komprehensif, meliputi:

“Ini merupakan program Bapak Presiden untuk mendekatkan negara kepada masyarakat. Semakin kecil jarak antara instansi pemerintah dan rakyat, maka peningkatan kesejahteraan akan semakin terasa,” ujar Rini.

Kolaborasi Lintas Kementerian dan Sistem Merit

Meski berada di bawah naungan Kementerian Sosial, Sekolah Rakyat dijalankan melalui kolaborasi lintas kementerian. Kementerian PANRB berperan aktif dalam memastikan tata kelola, kebutuhan SDM, serta penerapan sistem merit agar program ini berkelanjutan dan bebas dari ego sektoral.

Menjangkau 15.000 Siswa untuk Indonesia Emas 2045

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyebutkan bahwa saat ini sekitar 15.000 siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA telah mulai mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat. Ia menegaskan bahwa program ini adalah prioritas utama bagi keluarga prasejahtera.

Selain Sekolah Rakyat, pemerintah juga fokus pada penguatan sekolah reguler melalui:

  1. Renovasi Sekolah: Target minimal 60.000 sekolah diperbaiki tahun ini.

  2. Kualitas Pengajar: Peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.

  3. Digitalisasi Pendidikan: Distribusi 288.000 panel interaktif ke berbagai sekolah sebagai sarana modernisasi.

“Ekonomi kita benahi, pangan kita amankan, dan pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Prasetyo. ***

Editor : I Putu Suyatra
#Sekolah Rakyat