RI Capai Swasembada Beras, Presiden Prabowo Bidik Jagung hingga Gula dalam Empat Tahun
I Putu Suyatra• Selasa, 27 Januari 2026 | 19:43 WIB
Ilustrasi
BALIEXPRESS.ID – Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras menjadi pijakan awal menuju agenda besar swasembada pangan nasional. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa target bebas impor tidak berhenti pada beras, melainkan diperluas ke komoditas strategis lain seperti jagung, gula, dan sumber protein hewani dalam empat tahun ke depan.
Komitmen tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan pidato kunci pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1). Di hadapan para pemimpin dunia, Prabowo memaparkan capaian swasembada beras sekaligus peta jalan kemandirian pangan Indonesia yang kini semakin agresif.
Presiden menyoroti percepatan swasembada beras yang semula ditargetkan tercapai dalam empat tahun, namun berhasil direalisasikan hanya dalam satu tahun. Atas capaian tersebut, Prabowo optimistis Indonesia mampu mencapai swasembada komoditas pangan lainnya dalam waktu relatif singkat.
“Saya yakin dalam empat tahun ke depan, kita akan swasembada produk pangan lainnya, jagung, gula, protein,” ujar Prabowo.
Dalam forum ekonomi global tersebut, Presiden juga menegaskan bahwa Indonesia tetap terbuka terhadap integrasi ekonomi dunia. Menurutnya, pemerintah terus memperluas perjanjian perdagangan dan kemitraan ekonomi internasional untuk mendorong pertumbuhan yang saling menguntungkan.
“Kita adalah negara perdagangan selama ratusan tahun. Kita menyimpulkan perjanjian perdagangan bukan karena tren, tetapi karena kita menganggapnya perlu. Kita percaya pada konsep saling menguntungkan,” katanya.
Prabowo menambahkan, perdagangan yang adil tidak mengancam kedaulatan negara. Indonesia, lanjutnya, memiliki visi menjadi negara modern yang terintegrasi dengan ekonomi global, sekaligus bebas dari kemiskinan melalui tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan efisien.
Sejalan dengan arahan Presiden, Kementerian Pertanian turut memperluas fokus swasembada ke komoditas kedelai. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Yudi Sastro menyampaikan bahwa pemerintah mulai mendorong swasembada kedelai secara bertahap sejak tahun ini.
“Swasembada beras, jagung, lalu masuk kedelai. Kemudian nanti pangan yang lain,” kata Yudi Sastro, Selasa (20/1).
Ia menjelaskan, pada 2026 pemerintah menargetkan perluasan areal tanam kedelai hingga 73 ribu hektare, yang difokuskan di sentra produksi seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung.
Upaya tersebut didukung melalui bantuan benih unggul, pupuk bersubsidi, serta alat dan mesin pertanian (alsintan) guna memperkuat produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor.