Presiden Prabowo Dorong Kepemimpinan Pro-Rakyat dan Pemerintahan Bersih di Daerah pada Rakornas 2026
I Putu Suyatra• Selasa, 3 Februari 2026 | 06:33 WIB
Prabowo Subianto
BALIEXPRESS.ID — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa arah kepemimpinan nasional harus berpihak pada kepentingan rakyat serta menjadikan tata kelola pemerintahan yang bersih sebagai fondasi utama pembangunan. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Rakornas tersebut menjadi forum konsolidasi nasional yang mempertemukan pemerintah pusat dengan seluruh kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati, hingga wali kota. Agenda ini diposisikan sebagai ruang penyelarasan visi agar seluruh pemimpin daerah memiliki orientasi yang sama, yakni menghadirkan pemerintahan yang benar-benar bekerja untuk rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok sempit.
Di hadapan para kepala daerah, Presiden Prabowo menekankan bahwa ekspektasi publik terhadap pemimpin semakin tinggi, terutama terkait integritas, kejujuran, dan rasa keadilan.
“Masyarakat tidak suka pemimpin yang hanya memajukan kepentingan pribadinya saja,” tegas Presiden Prabowo.
Menurutnya, legitimasi kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh jabatan formal, tetapi oleh keberpihakan nyata kepada kebutuhan rakyat. Presiden menyampaikan bahwa figur pemimpin yang diharapkan masyarakat adalah sosok yang bekerja dengan nurani, menjunjung kejujuran, serta mampu menghadirkan keadilan di tengah kehidupan publik.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa harapan rakyat terhadap pemimpin bersifat universal dan tidak berubah oleh waktu.
“Mereka mendambakan selalu pemimpin yang baik, pemimpin yang adil, pemimpin yang jujur, pemimpin yang bekerja dengan rakyat semuanya,” ujarnya.
Dalam menghadapi dinamika nasional dan global yang terus bergerak cepat, Presiden mengingatkan para kepala daerah agar tidak memimpin secara naif. Ia meminta seluruh pemimpin daerah meningkatkan kewaspadaan dan memahami situasi riil di wilayah masing-masing.
“Kita juga harus menjadi pemimpin yang tidak lugu, harus waspada, mengerti, dan tahu situasi,” pungkas Presiden Prabowo.
Rakornas 2026 turut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yang dinilai strategis untuk memperkuat sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pertemuan ini dirancang sebagai ajang penyatuan langkah, visi, dan persepsi pemerintahan.
“Diharapkan dengan berkumpulnya seluruh unsur, langkah, visi, dan persepsi dapat disatukan,” kata Prasetyo.
Selain memperkuat koordinasi, Rakornas juga menjadi momentum evaluasi program nasional, termasuk komitmen terhadap prinsip good governance dan pemerintahan bebas korupsi yang terus ditekankan Presiden Prabowo.
“Komitmen untuk good governance dan menjalankan pemerintahan tanpa korupsi selalu menjadi konsen Bapak Presiden,” tutup Prasetyo.