Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Misteri Satu Keluarga Tewas di Warakas Ternyata Diracun Anak Tengah, Motif Terungkap!

I Made Mertawan • Minggu, 8 Februari 2026 | 06:53 WIB
Lokasi kontrakan tempat ditemukannya tiga orang sekeluarga yang meninggal di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (ISTIMEWA)
Lokasi kontrakan tempat ditemukannya tiga orang sekeluarga yang meninggal di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (ISTIMEWA)

BALIEXPRESS.ID- Awal Januari lalu, kawasan Warakas, Jakarta Utara diguncang oleh kabar duka yang penuh tanda tanya.

Tiga anggota sebuah keluarga ditemukan tak bernyawa di rumah mereka sendiri, memicu kehebohan dan spekulasi di tengah masyarakat.

Misteri itu kini terpecahkan setelah penyelidikan panjang yang dilakukan aparat kepolisian.

Polisi akhirnya memastikan bahwa tragedi tersebut bukan kecelakaan, melainkan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh anak tengah keluarga itu sendiri, pemuda 22 tahun berinisial AS atau S. Ia adalah satu-satunya orang yang selamat pada hari kejadian.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno, mengungkapkan bahwa temuan di lapangan langsung mengarah pada kemungkinan adanya zat berbahaya.

Autopsi memperlihatkan adanya cairan berwarna kecokelatan dengan bau menyengat di lambung para korban. Indikasi masuknya bahan kimia asing dalam jumlah tak wajar.

“Kesimpulan pemeriksaan menunjukkan kematian akibat senyawa kimia atau zat yang tidak lazim masuk ke dalam tubuh, melebihi batas toleransi, sehingga korban mati lemas,” jelas Onkoseno, Jumat (6/2/2026).

Motif di balik aksi keji itu pun akhirnya terbuka. AS disebut menyimpan kemarahan yang sudah lama ia pendam terhadap keluarganya.

Ia merasa diperlakukan berbeda, sering dimarahi, dan menilai dirinya tidak mendapat keadilan di rumah.

“Motivasi dari pelaku adalah dendam kepada keluarganya karena merasa diperlakukan tidak adil dan sering dimarahi,” tambah Onkoseno.

Korban dari tragedi ini adalah sang ibu, SS,50; anak pertama AAL,27, serta anak bungsu AAB,13.

Mereka ditemukan oleh anak kedua keluarga, Dafi, yang baru pulang kerja pada Jumat (2/1/2026).

Saat itu, AS berada dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke RS Polri Kramat Jati.

Penyelidikan melibatkan analisis toksikologi, pemeriksaan laboratorium, hingga keterangan sejumlah saksi.

Penelusuran detail ini mengarah pada satu kesimpulan: ada zat kimia berbahaya yang sengaja diberikan kepada para korban.

“Kemudian serangkaian pemeriksaan ini berjalan hingga akhirnya pada tanggal 4 Februari atas hasil pemeriksaan dari Puslabfor, dokter, dan juga bukti toksikologi serta hasil pemeriksaan saksi-saksi,” papar Onkoseno.

Setelah semua bukti mengerucut, polisi pun menetapkan AS sebagai tersangka utama. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#pembunuhan #satu keluarga #sakit hati