Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tragis! Empat Bocah yang Masih Satu Kerabat Ditemukan Tewas Tenggelam di Cekungan Air

I Made Mertawan • Minggu, 8 Februari 2026 | 07:20 WIB
ilustrasi tenggelam. (net)
ilustrasi tenggelam. (net)

BALIEXPRESS.ID- Empat bocah ditemukan tewas tenggelam di sebuah kedung atau cekungan air di bawah jurang.

Kejadian ini sontak membuat kepanikan warga sekitarnya. Keempat korban yang masih memiliki hubungan kekerabatan itu ditemukan tidak bernyawa setelah sebelumnya dicari oleh orang tua mereka.

Peristiwa nahas ini terjadi di wilayah Dukuh Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Ponorogo pada Jumat (6/2/2026).

Perangkat Desa Sidoharjo, Suwarto, menyebutkan bahwa para korban adalah Jihan,7; Arpin,4; Sakila,4 dan Alwi, 4.

“Tiga korban masih duduk di PAUD, sementara satu korban lainnya kelas 1 SD,” katanya.

Peristiwa bermula ketika orang tua para korban mencari anak-anak mereka yang tak kunjung pulang setelah bermain.

Seorang tetangga, Sumaji, menuturkan bahwa orang tua korban sendiri yang menemukan keempat anak tersebut di dalam kedung.

“Yang menemukan itu orang tuanya. Dua masih mengapung, dua lainnya masih di dalam,” ungkapnya.

Kedung tempat kejadian bukan sungai dan tidak memiliki aliran air. Menurut Suwarto, kedung tersebut hanya berupa jurangan dengan tebing di sisi kanan dan kiri, serta kedalaman sekitar 150 sentimeter.

Jasad para korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke balai desa sekitar pukul 12.30 WIB. Mereka ditemukan meninggal dunia menjelang waktu salat Jumat.

Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan olah TKP.

Pihak kepolisian memastikan kejadian ini sebagai kecelakaan murni. Dugaan awal mengarah pada peristiwa tenggelam saat anak-anak bermain di sekitar kedung.

Keempat bocah tersebut diketahui tinggal dalam satu lingkungan dan memiliki hubungan keluarga.

Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ekstra terhadap aktivitas anak-anak, terutama ketika bermain di lokasi yang memiliki potensi bahaya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#radar surabaya