Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tokoh Pemuda Papua Kecam Keras Penembakan Pesawat Sipil oleh OPM di Papua Tengah

I Putu Suyatra • Selasa, 17 Februari 2026 | 13:37 WIB

Pesawat Smart Air
Pesawat Smart Air

BALIEXPRESS.ID – Aksi penembakan pesawat sipil kembali mengguncang wilayah Papua dan menuai kecaman luas. Insiden tragis terjadi saat pesawat milik Smart Air mendarat di Bandara Korowai Batu, Rabu siang, yang menewaskan dua awak pesawat dan meninggalkan duka mendalam. Peristiwa ini disebut sebagai salah satu serangan paling serius terhadap penerbangan sipil di pedalaman Papua dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan kronologi, pesawat dengan registrasi PK-SNR berangkat dari Bandara Tanah Merah menuju Korowai Batu dalam penerbangan rutin. Saat roda pesawat menyentuh landasan sekitar pukul 11.05 WIT, rentetan tembakan menghantam badan pesawat. Serangan tersebut diduga dilakukan kelompok bersenjata berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dalam kondisi darurat, pilot berupaya mengendalikan pesawat hingga berhenti di ujung landasan agar penumpang dapat menyelamatkan diri.

Sebanyak 13 penumpang dilaporkan selamat setelah berlari mencari perlindungan di sekitar area bandara. Pilot sempat mengirimkan laporan darurat melalui perangkat komunikasi kepada pihak maskapai, namun komunikasi kemudian terputus. Kedua awak pesawat ditemukan meninggal dunia akibat luka tembak. Tragedi ini menambah panjang daftar kekerasan bersenjata terhadap fasilitas sipil di Papua dan memunculkan kembali kekhawatiran atas keselamatan transportasi udara di daerah terpencil.

Menanggapi kejadian tersebut, Tokoh Pemuda Papua, Ali Kabiay, menyampaikan kecaman keras saat memberikan keterangan kepada media di Nabire. Kepada wartawan, termasuk dari TribunPapuaTengah.com, Ali menegaskan bahwa penembakan pesawat sipil adalah tindakan tidak berperikemanusiaan dan mencederai martabat orang Papua.

“Tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dalam alasan apa pun. Ini mencederai nilai kasih yang diajarkan agama,” tegas Ali.

Ia menambahkan, masyarakat Papua menginginkan kedamaian dan pembangunan, bukan konflik berkepanjangan yang justru merugikan warga di wilayah pedalaman.

Ali juga mendesak aparat keamanan untuk segera mengejar pelaku dan mengusut tuntas kasus ini demi keadilan bagi korban. Selain penegakan hukum, ia merekomendasikan penguatan pengamanan di wilayah perbatasan, khususnya kawasan Kabupaten Boven Digoel dan sekitarnya di Papua Selatan, guna membatasi ruang gerak kelompok bersenjata.

Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan prasyarat utama bagi kelancaran layanan publik dan konektivitas Papua. Serangan terhadap penerbangan sipil tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga berpotensi mengisolasi masyarakat pedalaman yang sangat bergantung pada transportasi udara untuk mobilitas dan logistik. Karena itu, berbagai pihak berharap langkah tegas dan terukur segera diambil agar tragedi serupa tidak terulang.

Editor : I Putu Suyatra
#papua #opm #smart air