Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Swasembada Energi Nasional Dorong Papua Lebih Mandiri, Pemerataan Listrik Kian Nyata

I Putu Suyatra • Kamis, 19 Februari 2026 | 16:20 WIB

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto

BALIEXPRESS.ID – Upaya pemerintah mewujudkan swasembada energi nasional terus diperkuat dengan menempatkan Papua sebagai wilayah prioritas pengembangan energi. Kebijakan ini diarahkan untuk mempercepat kemandirian energi daerah, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Presiden yang menetapkan Papua sebagai kawasan strategis dalam pengembangan energi berkelanjutan nasional. Menurutnya, kebijakan ini menjadi jawaban atas masih timpangnya akses listrik di wilayah timur Indonesia.

Ia menilai, hingga kini masih banyak daerah di Papua yang belum menikmati layanan listrik memadai, meski wilayah tersebut memiliki potensi sumber daya energi yang melimpah. Kondisi ini dinilai tidak boleh terus dibiarkan karena energi merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Pengembangan energi berkelanjutan bukan hanya soal transisi energi, tetapi juga keadilan energi. Energi baru dan terbarukan adalah solusi terbaik untuk memastikan listrik hadir secara merata, dari kota besar hingga wilayah terluar,” tegas Rivqy.

Papua Jadi Pilar Strategis Swasembada Energi

Presiden Prabowo Subianto secara tegas menempatkan Papua sebagai pilar penting strategi kemandirian energi nasional. Pemerintah memandang Papua memiliki potensi besar, mulai dari tenaga surya, tenaga air, hingga bioenergi, yang dapat dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat dan negara.

“Saya kira Papua punya sumber energi yang sangat baik. Pemerintah merancang agar daerah-daerah di Papua bisa menikmati langsung hasil dari energi yang diproduksi di Papua,” ujar Presiden Prabowo.

Ia menekankan, pembangunan sektor energi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal, sekaligus mengurangi ketergantungan pada distribusi bahan bakar fosil yang mahal dan tidak efisien.

“Kalau ada tenaga surya dan tenaga air, tidak perlu kirim BBM mahal-mahal dari daerah lain,” tegasnya.

Bioetanol Papua Diproyeksikan Perkuat Energi Nasional

Sejalan dengan strategi tersebut, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa Papua diproyeksikan menjadi kontributor penting produksi bioetanol nasional.

Pemerintah telah menetapkan target agar Papua mampu memproduksi hingga 300 ribu kiloliter bioetanol per tahun, sebagai bagian dari roadmap swasembada energi berbasis sumber daya lokal.

“Target yang disampaikan ke kami, Papua diarahkan mampu memproduksi hingga 300 ribu kiloliter per tahun,” ujarnya.

Energi Andal, Kesejahteraan Papua Meningkat

Penguatan sektor energi di Papua diyakini akan mempercepat pemerataan pembangunan nasional, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ketersediaan energi yang andal dan berkelanjutan menjadi fondasi penting bagi kemandirian Papua dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara jangka panjang.

Dengan strategi yang terarah dan pemanfaatan potensi lokal, Papua diharapkan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga motor penggerak swasembada energi Indonesia.

Editor : I Putu Suyatra
#energi #papua