Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Indonesia di Board of Peace Perkuat Dukungan untuk Palestina, Tegaskan Diplomasi Aktif di Forum Global

I Putu Suyatra • Sabtu, 28 Februari 2026 | 08:24 WIB

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid

BALIEXPRESS.ID – Partisipasi Indonesia dalam Board of Peace (BoP) menjadi babak baru diplomasi aktif yang menegaskan posisi strategis Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina. Keterlibatan ini bukan sekadar simbol politik luar negeri, tetapi langkah konkret untuk terlibat langsung dalam proses stabilisasi dan rekonstruksi pascakonflik.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa kehadiran Indonesia di forum tersebut membuka ruang diplomasi yang lebih terukur dan efektif dalam memperjuangkan kepentingan Palestina di level internasional.

“Selama ini Indonesia konsisten menyuarakan dukungan bagi kemerdekaan Palestina melalui berbagai forum internasional dan bantuan kemanusiaan. Melalui BoP, Indonesia kini memiliki ruang yang lebih konkret untuk terlibat dalam proses stabilisasi dan rekonstruksi pascakonflik,” ujar Meutya.

Komitmen ini sejalan dengan arah politik luar negeri Indonesia yang berpijak pada prinsip two state solution. Pemerintah menegaskan, keikutsertaan dalam BoP bukan bentuk normalisasi hubungan, melainkan strategi diplomasi untuk memastikan isu Palestina tetap menjadi prioritas dalam agenda perdamaian global.

Dalam pertemuan perdana BoP, sejumlah pemimpin dunia menyampaikan apresiasi terhadap peran Indonesia. Bahkan, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyebut Indonesia sebagai negara besar yang memiliki kontribusi penting dalam percaturan global.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto disebut telah menyampaikan komitmen terkait dukungan konkret Indonesia dalam upaya menjaga stabilitas kawasan. Pernyataan ini sekaligus menjawab berbagai disinformasi yang sempat beredar di ruang digital.

Pemerintah menegaskan seluruh langkah diplomasi tetap berada dalam koridor konstitusi serta komitmen historis Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Di tengah derasnya arus informasi, Kementerian Komunikasi dan Digital mengedepankan literasi digital dan klarifikasi terbuka melalui media arus utama.

“Jika memang ada pelanggaran terhadap Undang-Undang ITE tentu kita harus atensi. Beberapa disinformasi yang melanggar juga perlu dilakukan pemutusan akses. Namun pada prinsipnya, kita lebih banyak menjawab dengan narasi yang jelas dan terbuka,” tegas Meutya.

Pendekatan ini menunjukkan keseimbangan antara penegakan aturan dan edukasi publik. Transparansi menjadi fondasi penting agar masyarakat memperoleh pemahaman utuh mengenai kebijakan strategis luar negeri Indonesia.

Partisipasi Indonesia di Board of Peace memperlihatkan konsistensi sekaligus peningkatan peran dalam upaya perdamaian global. Dukungan terhadap Palestina tidak berhenti pada retorika, melainkan diwujudkan dalam kontribusi nyata yang terukur dan mendapat pengakuan internasional. Diplomasi aktif dan transparan ini diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Editor : I Putu Suyatra
#meutya hafid