Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Isu MBG Berhenti Setelah Lebaran? Faktanya Justru Makin Besar, 61 Juta Orang Siap Terima Manfaat!

I Putu Suyatra • Minggu, 8 Maret 2026 | 12:33 WIB

MBG
MBG

BALIEXPRESS.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan setelah Idul Fitri 2026. Bahkan, program yang menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah ini akan diperluas secara besar-besaran agar menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa isu yang menyebut program MBG akan berhenti setelah Lebaran tidak benar.

“Program MBG akan tetap jalan setelah Idul Fitri. Tidak ada rencana penghentian seperti yang beredar,” tegas Dadan.

Justru setelah Lebaran, program ini akan masuk fase ekspansi besar. Pemerintah akan meningkatkan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pusat distribusi makanan bergizi di berbagai daerah.

Jumlah SPPG ditargetkan mencapai 25.000 unit, dengan jangkauan lebih dari 61,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Tak hanya memperluas jangkauan, pemerintah juga memastikan kualitas makanan tetap terjaga. Menu MBG akan kembali menggunakan bahan pangan segar dengan standar gizi yang ketat, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kami kembali ke menu segar agar kualitas layanan semakin baik dan manfaat gizinya optimal bagi para penerima,” jelas Dadan.

Keberhasilan program ini juga sudah terlihat di berbagai daerah. Salah satu yang menonjol adalah Jawa Tengah, yang hingga Februari 2026 mencatat realisasi penerima manfaat mencapai 96,98 persen dari target.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bahkan menyebut Jawa Tengah sebagai daerah “juara” dalam pelaksanaan sejumlah program strategis pemerintah.

“Rupanya Jawa Tengah ini semua juaranya. Juara MBG, Kopdes, dan juara swasembada pangan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar program gizi, MBG juga memberi dampak ekonomi yang luas. Rantai pasoknya melibatkan petani, peternak, nelayan, UMKM, hingga koperasi desa, sehingga manfaatnya ikut menggerakkan ekonomi rakyat.

Artinya, MBG bukan hanya soal makanan gratis — tetapi juga motor penggerak ekonomi desa dan peningkatan kualitas generasi masa depan Indonesia.

Editor : I Putu Suyatra
#Mbg