BALIEXPRESS.ID – Pemerintah memastikan kesiapan sektor energi nasional menjelang perayaan Idulfitri 2026 dengan menyiapkan berbagai langkah mitigasi. Strategi ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi energi di seluruh wilayah Indonesia.
Langkah tersebut diambil agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman, nyaman, dan tanpa gangguan pasokan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM) dan energi lainnya.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa pemerintah masih memiliki waktu hingga akhir Maret untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga minyak dunia serta potensi pengetatan pasokan global.
“Kita masih punya waktu sampai akhir Maret. Namun untuk April, perlu upaya ekstra karena kondisi global yang tidak stabil bisa berdampak pada pasokan energi nasional,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah negara di Asia Tenggara bahkan telah mulai merasakan tekanan pasokan energi sejak Maret. Meski demikian, Indonesia diklaim telah mengamankan kebutuhan BBM dan minyak mentah untuk periode tersebut.
Pemerintah pun menyiapkan berbagai inovasi dan strategi lanjutan guna memastikan stok energi tetap stabil, terutama setelah Idulfitri, agar tidak terjadi lonjakan kebutuhan yang berujung pada kelangkaan.
Sementara itu, dari sisi distribusi, Pertamina melalui Regional Jawa Bagian Tengah memastikan kesiapan menghadapi lonjakan konsumsi energi selama Ramadan hingga Lebaran.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario untuk menjaga pasokan tetap aman.
“Kami pastikan kebutuhan BBM di wilayah Jawa Tengah dan DIY aman. Antisipasi sudah dilakukan sejak awal Ramadan hingga puncak arus mudik dan Idulfitri,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Pertamina menyiagakan 40 SPBU yang beroperasi 24 jam di jalur non-tol. Selain itu, disiapkan juga SPBU kantong serta layanan motoris guna mengantisipasi lonjakan permintaan dan antrean kendaraan, khususnya di jalur tol.
Fasilitas tambahan seperti mobile storage BBM juga disiapkan untuk mempercepat distribusi dan memangkas waktu tempuh suplai ke titik-titik strategis.
Dengan berbagai langkah mitigasi ini, pemerintah berharap distribusi energi tetap lancar selama periode Lebaran. Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan energi secara bijak dan tidak boros demi menjaga ketersediaan pasokan nasional tetap stabil.
Editor : I Putu Suyatra