BALIEXPRESS.ID – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama lima hari dalam sepekan tanpa mengurangi kualitas layanan. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi efisiensi anggaran negara, sekaligus memastikan tujuan utama program tetap tercapai, yakni meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya, menegaskan bahwa MBG merupakan program strategis nasional yang harus dijalankan secara optimal dan bebas dari penyimpangan. Ia menekankan pentingnya integritas seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program ini.
“Keberhasilan program MBG sangat menentukan masa depan bangsa, terutama dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Karena itu, komitmen dan integritas menjadi kunci utama,” ujar Sony.
Selain itu, Sony mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan tegas agar pelaksanaan program MBG bebas dari praktik korupsi. Seluruh anggaran yang dialokasikan harus tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak sebagai penerima utama.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa optimalisasi program MBG kini difokuskan pada penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu.
“Pemerintah mendorong optimalisasi program Makan Bergizi Gratis dengan penyediaan makanan segar lima hari per minggu,” kata Airlangga.
Meski terdapat penyesuaian dari enam hari menjadi lima hari, pemerintah memastikan kualitas program MBG tetap terjaga. Bahkan, dalam kondisi tertentu seperti sekolah berasrama, wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), serta daerah dengan tingkat stunting tinggi, distribusi makanan tetap dilakukan hingga enam hari.
Kebijakan ini mulai berlaku sejak 1 April 2026 dan diproyeksikan mampu memberikan efisiensi anggaran yang signifikan. Pemerintah memperkirakan potensi penghematan dari program ini mencapai Rp 20 triliun.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap program MBG tetap berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Transparansi serta pengawasan juga terus diperkuat agar manfaat program benar-benar dirasakan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Editor : I Putu Suyatra