Dalam arahannya, Presiden Prabowo menilai dunia saat ini tengah menghadapi ketidakpastian global yang berpotensi memicu krisis di berbagai sektor strategis. Karena itu, Indonesia harus memperkuat fondasi nasional melalui kemandirian pangan, energi, dan pengelolaan sumber daya air.
Menurut Presiden Prabowo, tiga krisis tersebut telah lama diprediksi oleh komunitas internasional, termasuk melalui agenda Sustainable Development Goals (SDGs) yang dirumuskan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Dalam sekian tahun saya telah meyakini bahwa dasar keselamatan bangsa bertumpu pada pangan, energi, dan air. Hal ini juga dibenarkan oleh PBB melalui SDG yang mereka umumkan,” ujar Presiden Prabowo.
Ia menegaskan, arah kebijakan pemerintah Indonesia tidak hanya menjawab kebutuhan domestik, tetapi juga sejalan dengan pandangan global mengenai tantangan masa depan. Langkah tersebut menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi dinamika dunia yang terus berubah.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa isu krisis pangan, energi, dan air telah menjadi perhatian strategis selama bertahun-tahun dan kini diwujudkan melalui berbagai program prioritas nasional.
“Sustainable Development Goals sudah meramalkan bahwa krisis dunia yang akan melanda adalah krisis pangan, krisis energi, dan krisis air,” katanya.
Presiden juga menekankan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus berlandaskan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yakni pemanfaatan bumi, air, dan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Menurutnya, upaya memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air merupakan bagian dari strategi jangka panjang menjaga kedaulatan bangsa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Food, energy, dan water sudah dicanangkan oleh PBB dan telah saya perjuangkan bertahun-tahun,” tambah Presiden Prabowo.
Di akhir taklimat, Presiden menyampaikan optimisme terhadap kemampuan pemerintah dalam menghadapi tantangan global.
“Alhamdulillah kita telah membuktikan bahwa pemerintah kita efektif, andal, dan mampu melaksanakan tugas bernegara dengan baik,” tutup Presiden Prabowo.
Penguatan sektor pangan, energi, dan air menjadi langkah strategis Indonesia untuk menghadapi krisis global sekaligus memastikan pembangunan nasional berjalan berkelanjutan di tengah perubahan dunia.
Editor : I Putu Suyatra