Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditangani Hati-hati, Peradilan Militer Pastikan Proses Hukum Transparan

I Putu Suyatra • Sabtu, 11 April 2026 | 20:34 WIB
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Aulia Dwi Nasrullah (IST)
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Aulia Dwi Nasrullah (IST)

BALIEXPRESS.ID — Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, terus menjadi perhatian publik. Proses hukum yang kini memasuki tahap lanjutan di peradilan militer ditangani secara hati-hati dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum.

Peristiwa penyiraman air keras tersebut menyebabkan korban mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif. Dalam perkembangan terbaru, aparat telah menetapkan empat prajurit TNI sebagai tersangka dan menahan mereka di instalasi tahanan militer Pomdam Jaya.

Proses Hukum Kasus Air Keras Masuk Tahap Lanjutan

Penanganan kasus ini terus bergulir dengan pelimpahan berkas perkara kepada oditur militer sebagai bagian dari tahapan menuju persidangan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menegaskan komitmen TNI dalam mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional.

“TNI berkomitmen melakukan penegakan hukum secara terbuka, profesional, dan akuntabel. Keempat pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan di Pomdam Jaya,” ujar Mayjen Aulia.

Peradilan Militer Utamakan Kehati-hatian dan Keadilan

Peradilan militer memastikan penanganan kasus air keras ini dilakukan tanpa tergesa-gesa. Seluruh tahapan hukum dijalankan sesuai ketentuan untuk menghindari kesalahan prosedur yang dapat memengaruhi keabsahan putusan.

Pendekatan ini dinilai penting guna menjaga integritas proses hukum sekaligus memastikan keadilan bagi korban.

Polisi Tekankan Transparansi dan Validasi Informasi

Sejalan dengan itu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, menyatakan pihaknya juga mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Kami memastikan setiap informasi yang disampaikan telah terverifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi maupun persepsi keliru di masyarakat,” ujarnya.

Sorotan Publik dan Harapan Keadilan

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus memicu perhatian luas dari masyarakat. Publik berharap proses hukum berjalan transparan, profesional, dan bebas dari intervensi.

Sejumlah pihak juga menekankan pentingnya penanganan menyeluruh, mengingat dampak serius yang dialami korban. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya perlindungan masyarakat dari tindak kekerasan.

Penegakan Hukum dan Integritas Institusi

Dalam konteks lebih luas, penanganan kasus ini mencerminkan komitmen menjaga integritas institusi, termasuk dalam menangani pelanggaran hukum yang melibatkan aparat.

Dengan proses hukum yang transparan dan akuntabel, peradilan militer diharapkan mampu menghadirkan keadilan bagi korban serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Editor : I Putu Suyatra
#ANDRIE YUNUS